Thursday, December 3, 2015

PEMBELAJARAN SAINS AUD

RPP
PEMBELAJARAN SAINS AUD
LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN SAINS ILMU FISIKA “PERCOBAAN BENDA TERAPUNG DAN TENGGELAM” UNTUK TK KELOMPOK A
Dosen Pendamping :
Rohita S.Pd, M.Pd







Oleh:
Nuzulla Fiqi  Mahardini                       (111684207)
Ade Irma Fatmawati                (111684208)
Aprillya Septaningrum `           (111684209)
 Rosalia Widyahananta                        (`(111684209)
2011-B
            PRODI S1 PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2013


Ilmu                                        : Fisika
Kelompok                              : TK A
Tema/Sub Tema                    : Air, Api, Udara/ Air
Aspek Perkembangan          : Kognitif
Indikator                                : Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika benda  dimasukkan ke dalam air (terapung atau tenggelam)
Konsep yang diajarkan        : Benda yang ringan jika dimasukkan ke dalam air akan terapung sedangkan benda yang berat jika dimasukkan ke dalam air akan tenggelam
Kegiatan                                 : Melakukan percobaan tentang benda tenggelam dan terapung
Tujuan pembelajaran :
     A : Anak TK A
B : Mampu mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika benda dimasukkan ke        
     dalam air
     C : Setelah melakukan percobaan
D :Dengan masing-masing 3 kali mencoba benda terapung dan tenggelam dan     
     menceritakan dengan benar dan jelas
Metode                                   : Eksperimen, Tanya jawab, bercakap-cakap
Teknik Penilaian                   : Observasi
Media dan Bahan                  :
1.      Air
2.      Toples bening ukuran besar
3.      Gelas plastic bening ukuran besar
4.      Bulu ayam
5.      Gabus
6.      Koin
7.      Kelereng
Langkah kegiatan     :
A.    Kegiatan Pembuka
1.      Mengkondisikan anak untuk duduk melingkar dengan bernyanyi “lingkaran besar dan kecil”
Lirik Lagu Lingkaran Besar dan Kecil
Lingkaran besar…lingkaran besar..
Lingkaran kecil
Lingkaran besar…Lingkaran besar..
Bertepuk tangan
Senggol kanan…senggol kiri..
Jalan di tempat
Senggol kanan…senggol kiri..
Aaaayo duduk
2.      Bercakap-cakap tentang tema kegiatan yang akan dilaksanakan pada pagi hari ini, yaitu tentang air, api, udara dengan sub manfaat air. Guru mengawali dengan beberapa kalimat mengenai manfaat air untuk makhluk hidup.” Air digunakan manusia untuk minum, tanpa air manusia tidak akan bisa bertahan hidup.” Lalu guru memberikan beberapa pertanyaan sederhana pada anak, diantaranya :
a.       Setiap pagi, pada waktu mandi setelah pakai sabun kita membersihkan sabunnya dengan apa hayo? Yang tahu angkat tangan
b.      Selain untuk minum dan mandi, Siapa yang tahu manfaat lain dari air?
c.       Selain bermanfaat untuk manusia air juga bermanfaat untuk makhluk hidup lain, yaitu untuk tanaman dan binatang. Kita harus sering menyiram tanaman dan memberi minum binatang peliharaan kita dengan air agar mereka tidak mati dan bisa berkembang biak
3.      Guru mengajak anak untuk menyiapkan segala perlengkapan yang dibutuhkan untuk kegiatan percobaan. Yaitu anak diaba-aba untuk mengambil benda yang sudah disediakan guru
4.      Guru menggali pengetahuan anak mengenai beberapa media yang digunakan (antara lain: gelas plastic bening besar, bulu ayam, gabus, koin dan kelereng) dengan cara bercakap-cakap
B.     Kegiatan Inti
1.      Anak diminta untuk memasukkan benda secara satu per satu ke dalam delas plastik yang berbeda dengan mengamati apa yang terjadi
2.      Recalling, guru bertanya kepada siswa mengenai gejala apa yang terjadi setelah benda dimasukkan ke dalam gelas plastik
3.      Guru memberi penjelasan tentang pengertian terapung dan tenggelam
4.      Guru bertanya kepada siswa mengenai apa saja nama benda yang termasuk benda tenggelam dan terapung, sambil mendemonstrasikan kembali dengan cara memasukkan beberapa bahan dengan cara satu per satu ke dalam toples bening ukuran besar agar semua anak dapat melihat gejala yang terjadi setelah benda dimasukkan
5.      Anak mengklasifikasikan sendiri benda apa saja yang terapung dan tenggelam
6.      Bernyanyi lagu “manfaat air”
Gubahan dari lagu balonku ada 5
Air banyak gunanya
Untuk minum dan masak
Untuk mencuci baju
Dan untuk yang lainnya
Bila hujan tlah turun, hey!
Sangat senang hatiku
Membasahi tanaman
Dan halaman rumahku

Kesimpulan 5 aspek perkembangan :
Observasi                               : Setelah anak memasukkan benda ke dalam masing- masing gelas                                           plastik, anak mengamati apa yang terjadi  pada benda tersebut
Mengklasifikasikan                   : Anak mengklasifikasikan benda yang bisa terapung yaitu bulu ayam, gabus,   , dan benda yang tenggelam antara lain klip,  , koin,  dan kelereng.
Membandingkan                      : Anak membandingkan benda yang terapung dan tenggelam
Mengkomunikasikan               : Anak menceritakan apa yang telah ia amati dari percobaan
Menyimpulkan                         : Anak menyimpulkan benda yang termasuk terapung dan                                                      tenggelam



Wednesday, November 18, 2015

lingkungan pendidikan

MAKALAH
PENGERTIAN, FUNGSI, DAN JENIS LINGKUNGAN PENDIDIKAN






Anggota kelompok:
Nuzulla fiqqi mahardini                    (111684207)
Ade Irma fatmawati                (111684208)
Ayu dia purnamasari              (111684217)
Meylinda gatindah putri                   (111684218)

S1 PG PAUD
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2011/2012




BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  latar belakang
Kemajuan masyarakat, perkembangan iptek yang semakin cepat serta makin menguatnya era globalisasi menutut manusia selalu berfikir kritis dalam menjalankan kesehariannya. Pada masyarakat  yang masih sederhana dengan struktur social yang belm kompleks cakrawala anak sebagaian besar masih terbatas pada keluarga. Kehidupan masa depan anak pada masyarakat tradisional tidak jauh dari orang tuanya. Tetapi pada masyarakat modern dimana industrialisasi semakin berkembang dan memerlukan spesialisasi maka pendidikan yang semula menjadi  tanggung jawab keluarga itu kini sebagian diambil oleh sekolah dan lembaga-lembaga social lainnya. Bahkan fungsi pembentukan watak dan sikap mental pada masyarakat modern berangsur-angsur diambil alih oleh organisasi social lainnya seperti perkumpulan pemuda pramuka, lembaga-lembaga keagamaan, media massa dan sebagainya.
Beberapa hal yang terurai  diatas memunculkan beberapa tanda tanya dalam pekiraan kita. Apa itu pendidikan, apa saja jenis lingkungan pendidikan? Semuanya akan dijelaskan dalam makalah ini.

1.2  Rumusan Masalah
1.2.1        Apakah yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan?
1.2.2        Apa fungsi lingkungan pendidikan?
1.2.3        Apa saja tripusat pendidikan?
1.2.4        Bagaimana pengaruh timbal balik antara tipusat pendidikan terhadap perkembangan peserta didik?

1.3      Tujuan
1.3.1        Mengetahui pengertian lingkungan pendidikan
1.3.2        Mengetahui fungsi lingkungan pendidikan
1.3.3        Mengetahui pengertian serta macam tripusat pendidikan
1.3.4        Mengetahui pengaruh timbal balik antara tipusat pendidikan terhadap perkembangan peserta didik



BAB 2
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Lingkungan Pendidikan
            Manusia memiliki sejumlah kemampuan yang dapat dikembangkan melalui pengalaman. Pengalaman itu terjadi karena interaksi manusia dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial manusia secara efisien dan efektif itulah yang disebut dengan pendidikan. Dan latar tempat berlangsungnya pendidikan itu disebut lingkungan pendidikan, khususnya pada tiga lingkungan utama pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat (Umar Tirtaraharjo et. al. 1990: 39-49). Ketiga lingkungan pendidikan tersebut disebut juga sebagai Tripusat Pendidikan.
Dalam UU RI no.2 tahun 1989 tentang sisdiknas, peranan ketiga tripusat pendidikan itu menjiwai berbagai ketentuan di dalamnya. Pasal 1 ayat 3 menetapkan bahwa sisdiknas adalah satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan yang lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan Nasional. Pasal selanjutnya, menetapkan tentang dua jalur pendidikan. Yakni jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah yang meliputi keluarga, kelompok belajar, kursus, dan lain sebagainya.
Undang-undang tersebut menetapkan tentang tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan. Oleh karena itu, kajian tentang peranan dan fungsi setiap pusat pendidikan tersebut sangat penting, karena akan memberikan wawasan yang tepat serta pemahaman yang luas dan menyeluruh tentang lingkup kegiatan dan upaya pendidikan. Pemahanman peranan keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai lingkungan pendidikan akan sangat penting dalam upaya membantu perkembangan peserta didik yang optimal.
            Berdasarkan perbedaan ciri-ciri penyelenggaraan pendidikan pada ketiga lingkungan pendidikan itu, maka ketiganya sering dibedakan sebagai pendidikan formal dan pendidikan nonformal. Pendidikan yang berlangsung secara alamiah dan wajar disebut dengan pendidikan informal, misalnya pada lingkungan keluarga. Sedangkan pendidikan yang secara sengaja dirancang dan dilaksanakan dengan aturan-aturanyang ketat, seperti harus berjenjang, dan berkesinambungan disebut dengan pendidikan formal, misalnya pada lingkungan sekolah.

2.2. Fungsi Lingkungan Pendidikan
            Secara umum lingkungan pendidikan memiliki peran yang besar dalam membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya (fisik, social dan budaya), utamanya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia agar dapat dicapai tujuan pendidikan yang optimal. Proses pendidikan harus berfungsi untuk mengajarkan tingkah laku umum dan untuk menyeleksi atau mempersiapkan individu untuk peranan-peranan tertentu. Sehubungan dengan ini, pendidikan bertugas untuk mengajarkan berbagai macam ketrampilan dan keahlian.
            Perlu dikemukakan pula bahwa pelaksanaan pendidikan dilakukan melalui tiga kegiatan yakni membimbing, mengajar dan melatih (Ayat 1 pasal 1 dari UU RI No.2/1989). Meskipun ketiga kegiatan itu pada hakikatnya tritunggal, namun dapat dibedakan aspek tujuan pokok dari ketiganya yakni :
1.      Membimbing, terutama berkaitan dengan pemantapan jati diri dan pribadi dari segi-segi perilaku umum (aspek pembudayaan).
2.      Mengajar, terutama berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, dan
3.      Melatih, terutama berkaitan dengan ketrampilan dan kemahiran (aspek teknologi).
Kemajuan masyarakat, perkembangan iptek yang semakin cepat, serta semakin menguatnya era globalisasi akan mempengaruhi peran dan fungsi ketiga lingkungan pendidikan itu. Peningkatan fungsi ketiga lingkungan pendidikan, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama akan sangat penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang bermutu.

2.3.  Tripusat Pendidikan
2.3.1. Keluarga
Keluarga merupakan pengelompokan primer yang terdiri dari sejumlah kecil orang yang karena hubungan semenda dan sedarah.
Ø  Keluarga ada 2 macam, yaitu:
a.       Keluarga inti, yang terdiri dari ayah ibu dan anak
b.      Keluarga yang diperluas, disamping inti ada orang lain, seperti : kakek, nenek, adik/ipar, pembantu, dll.
Ø  Fungsi dan peranan keluarga, menurut:
1)      UU RI No. 2 Tahun 1989 tentang sisdiknas dan Pasal 10 ayat 4 : membangun manusia Indonesia seutuhnya serta memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral dan ketrampilan .
2)      UU RI No 26 Tahun 1992 tentang memberikan keyakinan agama, nilai budaya yang mencakup nilai moral dan aturan-aturan pergaulan serta pandangan, ketrampilan sikap hidup yang mendukung kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara kepada anggota keluarga yang bersangkutan.
3)      UU RI No 26 Ayat 5 Pasal 10 tentang pemerintahan mengakui kemandirian keluarga untuk melaksanakan upaya pendidikan dalam lingkungan sendiri.
Menurut Decioly 70 %, anak jatuh kejurang kejahatan karena berasal dari keluarga yang rusak kehidupannya. Oleh karena itu untuk memperbaiki keadaan masyarakat maka perlu adanya perbaikan dalam pendidikan keluarga. Komposisi keluarga mempunyai pengaruh terhapad proses proses sosialisasi anak. Misalnya anak tunggal, anak tunggal biasanya manja dan selalu menggantungkan diri kepada orang tuanya sebab saat masa kecilnya kebebasan anak tersebut dibatasi denagn mensupervisi semua tingkah laku anak.

2.3.1        Sekolah
 Sekolah merupakan sarana yang secara sengaja di rancang untuk melaksanakan pendidikan. Pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju,adil dan makmur serta memungkinkan warganya mengembangkan diri baik berkenaan dengan aspek jasmaniah maupun rohaniah berdasarkan pancasila dan UUD 1945 (UU RI NO 2  tahun 1989 ayat b). Dengan kata lain sekolah sebagai pusat pendidikan mampu mencerminkan masyarakat yang maju karena pemanfaatan secara optimal ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap berpijak pada cirri ke Indonesiaan. Suatu alternative yang mungkin dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah, antara lain:
a. Pengajaran yang mendidik
Yakni pengajaran yang secara serentak memberi peluang pencapaian tujuan intruksional bidang studi dan tujuan-tujuan umum pendidikan lainnya. Dalam upaya mewujudkan pengajaran yang mendidik, perlu pula dikemukakan bahwa setiap keputusan dan tindakan guru dalam rangka kegiatan belajar mangajar akan membawa berbagi dampak atau efek kepada siswa, baik efek intruksional (instructional effect) maupun efek pengiring (nurturant effect). Efek intruksional merupakan efek langsung dari bahan ajaran yang menjadi isi pesan dari belajar mengajar, efek intruksional ini terutama ditunjukan untuk mencapai tujuan  intruksional, khususnya tujuan efek intruksional khusus (TIK). Sedangkan efek pengiring merupakan efek tidak langsung dari bahan ajaran dan atau pengalaman belajar yang dihayati oleh siswa sebagai akibat dari strategi belajar mengajar yang menjadi landasan dari kegiatan belajar mengajar tersebut. Efek pengiring itu pada umumnya terjadi karena siswa “menghidupi” (to live in) atau terlibat secara bermakna di dalam suatu pengalaman belajar tertentu, yang pada umumnya tertuju pada pencapaian tujuan-tujuan pendidikan yang lebih umum dan fundamental serta berjangka panjang.
Ada 3 jenis pengalaman belajar menurut Raka Joni, 1985: 14; Sulo Lipu La Sulo, 1990: 54 yaitu :
1.      pengkajian untuk pembentukan pengetahuan-pemahan, yang seyogianya diwujudkan secara utuh, baik hasilnya (fakta, pengertian, kaidah, dsb) mampun prosesnya.
2.      Latihan untuk sasaran pembebtukan ketrampilan (fisik, sosial, maupun intelektual).
3.      Penghayatan kegiatan/peristiwa sarat nilai untuk sasaran pembentukan nilai dan sikap (afektif), dengan pelibatan secara langsung, baik sebagai pelaku mampun penerima perlakuan.
Pemilihan kegiatan belajar mengajar yang tepat, baik ditinjau dari efek intruksional maupun efek pengiring, akan memberikan pengalaman belajar siswa yang efisiensi dan efektif untuk mewujudkan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
b.Peningkatan dan pemantapan pelaksanaan program bimbingan dan penyuluhan (BP) di sekolah. Agar program edukatif ini tidak sekadar suplemen tetapi menjadi komplemen yang setara dengan program pengajaran serta program-program lainnya di sekolah. Seperti diketahui bidang garapan program BP adalah perkembangan pribadi peserta didik, khususnya aspek sikap dan perilaku atau kawasan afektif.
c. pengembangan perpustakaan sekolah menjadi suatu pusat sumber belajar (PSB), yang mengelola bukan hanya pustaka tetapi juga berbagai sumber belajar yang dirancang maupun yang dimanfaatkan.
d. peningkatan dan pemantapan program pengolalan sekolah, khususnya yang terkait dengan peserta didik, pengelola sekolah sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan seharusnya merupakan refleksi dari suatu masyarakat Pancasilais sebgaimana yang dicita-citakan dalam tujuan nasional. Gaya kerja para pengelola umumnya, khususnya pengelola kesiswaan, akan sangat berpengaruh bukan hanya melalui kebijakannya tetapi juga aspek keteladanannya.
Demikianlah beberapa alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan fungsi sekolah sebagai salah satu pusat pendidikan. Alternatif itu tentulah seiring dengan upaya peningkatan mutu masukan instrumental dari sekolah, seperti kurikulum tenaga kependidikan, sarana/prasarana, dll
3            . Masyarakat
Kaitan antara masyarakat dan pendidikan dapat ditinjau dari 3 segi :
1.      Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan
2.      Lembaga-lembaga kemasyarakatan dan/atau kelompok social di masyarakat
3.      Penyediaan sumber belajar
Fungsi masyarakat sebagai pusat pendidikan sangat tergantung pada taraf perkembangan dari masyarakat itu beserta sumber-sumber belajar  yang tersedia di dalamnya.
Menurut koentjaraningrat manusia dibedakan menjadi 3 tipe sosia-budaya, sebagai berikut :
1.      Berdasarkan sistem berkebun yang sangat sederhana
2.      Berdasarkan bercocok tanam di ladang atau sawah dengan tanaman pokok padi
3.       Tipe masyarakat perkotaan yang mempunyai cirri-ciri pusat pemerintahan dengan sector perdagangan dan industriyang lemah.
Peralihan dari dominasi pengaruh keluarga kea rah dominasi pengaruh kelompok sebaya (peers group) adalah suatu kelompok yang terdiri dari orang-orang yang bersamaan usianya. Memiliki fungsi ;
1.      Mengajar berhubungan dan menyesuaikan diri dengan orang lain
2.      Memperkenalkan kehidupan masyarakat yang lebih luas
3.      Menguatkan sebagian dari nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan masyarakat orang dewasa
4.      Membebaskan diri dari pengaruh kekuasaan otoritas
5.      Mengadakan hubungan yang didasarkan prinsip persamaan hak

Organisasi kepemudaan pada umumnya mempunyai prinsip dasar yang sama yakni menyalurkan hasrat  berkelompok dari pemuda kepada hal-hal yang berguna. Disamping penambahan pengetahuan dan keterampilan organisasi tersebut sangat bermanfaat dalam membantu proses sosialisasi serta mengembangkan aspek afektif dari kepribadian (kejujuran, disiplin , tanggung jawab dan kemandirian)
Salah satu factor yang penting peranannya yakni media massa . meda massa memiliki 3 fungsi yakni :
1.      Informasi
2.      Edukasi
3.      Rekreasi
Media massa mempunyai sumbangan yang besar dalam mengintegrasikan kebudayaan serta mensosialisasikan generasi mudanya. Karena biayanya yang tidak mahal, mudah diperoleh serta menarik, media massa mempunyai arti penting terutama dalam kehidupan anak. Karena anaka mempunyai waktu yang lebih banyak dalam menonton televise, mendengarkan radio, menonton bioskop dan membaca komik di bandingkan dengan belajar.



2.4. Pengaruh Timbal Balik antara Tripusat Pendidikan Terhadap Perkembangan Peserta Didik.
Perkembangan pesreta didik, seperti  juga tumbuh kembang anak pada umumnya, dipengaruh oleh berbagai faktor yakni hereditas, lingkungan proses perkembangan, dan anugerah. Khusus untuk faktor lingkungan,peranan tripusat pendidikan itulah yang paling menentukan, baik secara sendiri-sendiri ataupun bersama-sama. Dikaitkan dengan tiga poros kegiatan utama pendidikan (membimbing, mengajar, dan melatih seperti ayat 1 pasal 1 UU RI No. 2/1989). Kaitan antara tripusat pendidikan dengan tiga kegiatan pendidikan untuk mewujudkan jati diri yang mantap.
Setiap pusat pendidikan dapat berpeluang memberi kontribusi yang besar dalam ketiga kegiatan pendidikan, yakni :
1)      Pembimbingan dalam upaya pemantapan pribadi yang berbudaya.
2)      Pengajaran dalam upaya penguasaan pengetahuan.
3)      Pelatihan dalam upaya pemahiran keterampilan .

Kontribusi itu akan berada bukan hanya antarindividu, tetapi juga factor pusat pendidikan itu sendiri yang bervariasi diseluruh wilayah Nusantara. Namun kecenderungan umum, utamanya pada masyarakat modern, kontribusi keluarga pada spek penguasaan pengetahuan dan pemahiran keterampilan makin mengecil dibandingkan dengan kontribusi sekolah dan masyarakat.
Di samping peningkatan kontribusi setiap pusat pendidikan terhadap perkembangan peserta didik, diprasyaratkan pula keserasian kontribusi itu, serta kerjasama yang erat dan harmonis antar tripusat tersebut. Berbagai upaya dilakukan agar program-program pendidikan dari setiap pusat pendidikan tersebut saling mendukung dan memperkuat antara satu dengan yang lainnya. Di lingkungan keluarga telah di upayakan berbagai hal (perbaikan gizi, permainan edukatif dll) yang dapat  menjadi landasan pengembangan selanjutnya di sekolah dan masyarakat. Di lingkungan sekolah diupayakan berbagai hal yang lebih mendekatkan sekolah dengan orangtua siswa (organisasi orangtua siswa, kunjungan rumah oleh personel sekolah dll). Selanjutnya, sekolah juga mengupayakan agar programnya berkaitan erat dengan masyarakat di sekitarnya (siswa ke masyarakat, narasumber dari masyarakat ke sekolah dll). Dengan kontribusi tripusat pendidikan yang saling memperkuat dan saling melengkapi itu akan member peluang mewujudkan sumber daya manusia terdidik yang bermutu.
Salah satu masalah yang banyak dibicarakan ialah sekolah sebagai produk masyarakat modern sering membawa dampak negatif karena secara terselubung menghantar generasi terdidik ke kota-kota besar. Berdasarkan ketentuan yuridis tersebut ternyata bahwa kurikulum SD mempunyai dua jenis muatan, yakni muatan nasional dan muatan lokal. Kedua jenis muatan itu merupakan satu kesatuan yang saling menunjang dan menguatkan. Muatan nasional kurikulum SD diterapkan secara nasional, dan berlaku sama di seluruh Indonesia (UU RI No. 2/1989 pasal 38 ayat 2). Sedangkan muatan lokal kurikulum SD dapat berupa mata pelajaran tambahan dan atau penjabaran/tambahan kajian dari mata pelajaran yang telah ada (PP RI No. 28/1990 pasal 14 ayat 3 dan 4) yang disesuaikan dengan lingkungan(alam, sosial, dan budaya) serta kebutuhan pembangunan di daerah tertentu.
Di samping isi kurikulum, muatan lokal juga dapat berkaitan dengan cara penyampaian isi kurikulum tersebut. Cara penyampaian itu meliputi baik kegiatan intra-kurikuler, maupun ko-kurikuler ataupun ekstra-kurikuler. Dari segi lain, perlu pula dikemukakan bahwa muatan lokal kurikulum SD memerlukan kajian secara cermat agar aspek kebhinnekaan itu tetap dalam latar memantapkan/memperkaya ketunggalikaan. Muatan lokal di dalam kurikulum tidak boleh menghambat mobilitas peserta didik, baik secara horizontal maupun vertikal.
Dalam Petunjuk PenerapanMuatan Lokal Kurikulum SD (Lampiran Kep.Men.Dikbud No. 0412/U1987) dikemukakan beberapa tujuan yang lebih rinci dari muatan local tersebut yang  dapat dikategorikan dalam dua kelompok, sbb:


1.  Tujuan-tujuan yang segera dapat dicapai, yakni:
a)      Bahan pengajaran lebih mudah diserap oleh murid.
b)      Sumber belajar di daerah dapat lebih dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan.
c)      Murid dapat menerapkan pengetahuan untuk memecahkan masalah yang ditemukan di sekitarnya.
d)     Murid lebih mengenal kondisi alam, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya yang terdapat di daerahnya.
2.  Tujuan-tujuan yang memerlukan waktu yang relatif lama untuk mencapainya, yakni:
a)   Murid dapat meningkatkan pengetahuan mengenai daerahnya.
b)   Murid diharapkan dapat menolong orang tuanya dan menolong dirinya sendiri.
c)   Murid menjadi akrab dengan lingkungannya dan terhindar dari keterasingan terhadap lingkungannya sendiri.
Berdasarkan tujuan muatan lokal, perluasan dan peningkatan muatan lokal dilakukan dengan memperhatikan sbb:
1)  GBPP yang berlaku.
2)  Sumber daya yang tersedia.
3)  Kekhasan lingkungan (alam, sosial, dan budaya) dan kebutuhan daerah.
4)  Mobilitas murid.
5)  Perkembangan dan kemampuan murid(Kep.Men.Dikbud No. 04121 U/1987 Pasal 6).




BAB 3
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
3.1.1 Lingkungan pendidikan merupakan latar tempat berlangsungnya pendidikan dimana kemampuan seseorang dapat dikembangkan melalui pengalaman yang terjadi karena interaksi manusia dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial manusia.
3.1.2        Sesuai dengan ayat 1 pasal 1 UU RI No.2/1989 Fungsi lingkungan pendidikan adalah :
a)      Membimbing, terutama berkaitan dengan pemantapan jati diri dan pribadi dari segi-segi perilaku umum (aspek pembudayaan).
b)      Mengajar, terutama berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, dan
c)      Melatih, terutama berkaitan dengan ketrampilan dan kemahiran (aspek teknologi).

3.1.3   Tripusat Pendidikan merupakan tiga lingkungan utama pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat
3.1.4 Perkembangan pesreta didik, seperti  juga tumbuh kembang anak pada umumnya, dipengaruh oleh berbagai faktor yakni hereditas, lingkungan proses perkembangan, dan anugerah. Khusus untuk faktor lingkungan,peranan tripusat pendidikan itulah yang paling menentukan, baik secara sendiri-sendiri ataupun bersama-sama.