Sunday, November 15, 2015

PENANAMAN NILAI-NILAI ISLAM ANAK USIA 0-2 TAHUN

MAKALAH
PENANAMAN NILAI-NILAI ISLAM ANAK USIA 0-2 TAHUN
Dosen pembimbing :
Mutimatul Faidah S.Ag, M.Ag
Di susun oleh :
Ade Irma F. (111684208)
Ayu Dia Ps (111684217)
Maylinda G.P. (111684218)
Nuzulla Fiqqi M.(111684207)
2011/B
PROGRAM S1 PG-PAUD
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2011/2012




Kata Pengantar
       Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya lah kami dari kelompok II bias menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
            Tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada pembimbing kami yang telah mendukung kegiatan belajar kami semua dan rekan dari kelompok II yang telah bekerja sama dengan baik, sehingga makalah ini dapat selasai tepat waktu dengan judul “PENANAMAN NILAI-NILAI ISLAM ANAK USIA 0-2 TAHUN”.
           Makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.
                                                         




Surabaya, september 2011


Penulis
ii

Daftar isi
Kata Pengantar..................................................................................... ii         
Daftar isi .............................................................................................. iii        
BAB I PENDAHULUAN................................................................... 1         
1.1  Latar Belakang .................................................................. 1         
1.2  Rumusan Masalah ............................................................. 2         
1.3  Tujuan................................................................................ 2         
BAB II ................................................................................................. PEMBAHASAN     3
2.1  Karakteristik anak usia 0- 2 tahun...................................... 3         
2.2  Aspek yang terlibat dalam proses penanaman
nilai-nilai islam bagi anak usia 0- 2 tahun........................... 4         
2.3  Tahapan awal penanaman nilai-nilai islam anak usia 0-2 tahun
............................................................................................ 5
2.4  Kandungan serta manfaat ASI bagi anak usia 0-2 tahun... 9
2.5  Manfaat menanamkan nilai islam pada anak usia 0-2 tahun                    
............................................................................................ 11
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN ........................................... 12       
3.1 Kesimpulan ........................................................................ 12
3.2 Saran .................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................... 14
PERTANYAAN DAN JAWABAN SAAT PRESENTASI............... 15
iii

 



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Agama merupakan pondasi utama bagi setiap insan yang percaya akan teori ketuhanan. Nilai- nilai agama penting dikenalkan kepada anak sejak dini.Sebab pemahaman agama secara menyeluruh dan utuh sangatlah berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian dan karakter anak.
Di era globalisasi saat ini sering terjadi penyimpangan social yang disebabkan minimnya pengetahuan agama, pergaulan dan lingkungan serta perkembangan teknologi yang tidak diimbangi dengan filtrasi yang ketat. Misalnya, kasus balita yang merokok dan bicara kasar kepada orang yang lebih tua darinya. Penyimpangan ini dikarenakan anak tersebut bergaul dengan orang – orang yang lebih dewasa darinya serta lingkungan tempat tinggal yang salah.Hal ini perlu mendapat perhatian dan tindakan khusus secara cepat dan tepat, agar tidak meluas.
Untuk itu nilai – nilai agama digunakan sebagai salah satu ”pagar “ yang secara tidak langsung membatasi individu dalam menentukan karakter hidupnya. Itulah yang menjadi dasar betapa pentingnya penanaman nilai – nilai islam khususnya usia pasca kelahiran hingga 2 tahun.

                                                                                       


1
 






1.2   Rumusan Masalah
1.2.1  Bagaimana Karakteristik anak usia 0- 2 tahun?
1.2.2 Apa aspek terlibat dalam proses penanaman nilai-nilai islam anak usia 0-2 tahun?
1.2.3 Bagaimana tahapan awal penanaman nilai-nilai islam anak usia 0-2 tahun?
1.2.4 Apa kandungan serta manfaat ASI bagi anak usia 0-2 tahun?
1.2.5 Apa manfaat dari menanamkan nilai-nilai islam pada anak usia 0-2 tahun?

1.3   Tujuan
1.3.1. Mengetahui karakteristik anak usia 0-2 tahun.
1.3.2. Mengetahui aspek-aspek yang terlibat dalam proses penanaman nilai-nilai islam anak usia 0-2 tahun.
1.3.3. Mengetahui tahapan awal penanaman nilai-nilai islam pada anak usia 0-2 tahun.
1.3.4. Mengetahui kandungan serta manfaat ASI bagi anak usia 0-2 tahun.
1.3.5 Mengetahaui manfaat dari menanamkan nilai-nilai islam kepada anak usia 0-2 tahun.



2

 


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Karakteristik Anak usia 0- 2 Tahun
Karakteristik tumbuh kembang anak usia 0- 2 tahun mencakup berbagai segi, diantaranya:
2.1.1        Segi fisik
·         Kenaikan berat badan anak yang tidak teratur. Anak usia 3 bulan pertama  mengalami kenaikan berat badan mencapai 30 gram/hari. Pada usia 5bulan, berat  badan anak meningkat 2 kali lipat dari berat saat lahir. Kemudian meningkat 0,35-0,5 kg per bulan sampai pada saat akhir tahun. Pada tahun ke 2 pertumbuhan berat si anak menjadi 0,25 kg per bulannya.
·         Pada usia 16-18 bulan gigi seri tengah sudah tumbuh.
·         Tinggi Badan, panjang badan pada saat anak baru lahir adalah sekitar 50 cm, namun akan meningkat secara drastis sebesar 50% pada saat akhir tahun pertama sehingga panjangnya menjadi 75 cm pada tahun kedua akan meningkat menjadi dua kali lipat dari panjang badan yang sebelumnya.

2.1.2        Segi sosial
Tumbuh kembang anak dari segi sosial dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
·         Masa Bayi (sosialisasi elementer), Pada masa ini anak akan mengalaminya dalam waktu kurang lebih sekitar umur 15-18 bulan, perkembangannya tergantung dari perubahan darikemampuan bawaannya. Misalnyaperilaku yang tidak baik akan mempengaruhi tingkah laku anak. Memberikan perhatian dalam segala hal apa pun akan mempermudah alat sensorik maupun motorik.
·        
3
Masa Kanak-Kanak( 18 bulan pertama), pada masa ini anak sering  meniru suatu pekerjaan yang dilakukan orang tunya, namunhal yang ia kerjakan bersifat menentang atau melawan dari setiap reaksi dengan marah-marah ataupun dengan ribut. Mulainya bersifat dengan tegas dan susah dikendalikan yaitu saat umur 2 tahun.



2.1.3        Segi bahasa
Kemampuan anak dalam berbicara mengalami perubahan atau fase – fase diantaranya:
• fase 1 bulan, bayi menangis dengan kencang jika meminta sesuatu( lapar, haus atau ingin buang air)
•fase 3-6 bulan, bayi sudah dapat mengumpulkan kata-katanya didalam hati, dalam tipe vokal seperti bentuk kicauan burung.
•fase 6-8 bulan, anak akan memadukan beberapa unsur bunyi-bunyian yang ia dengar dan akan ia adopsi menjadi sebuah maksud yang akan terselubung memiliki arti tersendiri, namun akan mempunyai maksud yang tertentu. Tetapi si anak belum mampu berbicara.
•fase 10-12 bulan, anak dapat berbicara, namun hanya bisa menggunakan kata kata yang sering ia dengar dan dapat ia katakan dengan tidak lancar yaitu kata mama atau papa.
•fase 18 bulan, bahasa bayi dapat mencakup kosakata sekitar 300 kata hal ini membuktikan bahwa kemampuan anak dalam mengingat dan mengaplikasikannya sangatlah baik.
• fase 2 tahun, pada saat umur anak 2 tahun ini anak akan mampu menyambung sekitar 2 atau 3 kata, yang akan ia kombinasikan antara kata sifat dengan kata keterangan.

2.1.4        Segi motorik
• Gerakan Mata, pada saat dimasa anak berusia 2 bulan ia akan mampu menoleh untuk melihat benda-benda yang ada disekitarnya dengan menoleh kekiri atau kekanan. Kemudian di usia 4 bulan akan mampumengontrol gerakan mata dengan lebih baik.
• Mengangkat kepala, pada saat usiaanak  mencapai usia 6 bulan anak akan mencoba mengangkat bagian tubuhnya yaitu pada bagian kepala.
• Gerakan Tangan Dan Lengan, masa menjangkau benda sudah dapat dilakukan anak pada saat usia 4 bulan, usia 6 bulan anak  mampumenggapai serta mengambil benda-benda, dan mampu memukul-mukul sesuatu bahkan melemparkan sesuatu kepada orang lain, di masanya yang ke 9 bulan bayi mampu untuk menjemput ataupun ia akan mampu memetik.
• Duduk, ini akan terjadi pada saat usia 6-7 bulan
• Merangkak, 6-8 bulan anak akan belajar merangkak , sekitar usia 9-11 bulan akan bisa melakukannya dengan sangat baik.
• Berdiri, usia 10 bulan anak akan mampu berdiri dengan bertumpu pada benda-benda tertentu. Barulah mampu berdiri tanpa bantuan apa pun.
• Berjalan, 15-18 bulan anak akan mampu berjalan dengan baik diawali dengan merangkak kemudian berdiri dan berjalan dengan bertumpu pada tembok baru kemudian mampu berjalan dengan sempurna.


     
2.2   Aspek Yang Terlibat Dalam Proses Penanaman Nilai-Nilai Islam Bagi Anak Usia 0- 2 Tahun
2.2.1        Orang tua
Orang tua adalah komponen keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu, dan merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang sah yang dapat membentuk sebuah keluarga.Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membimbing anak-anaknya untuk mencapai tahapan tertentu yang menghantarkan anak untuk siap dalam kehidupan bermasyarakat.
Sedangkan pengertian orang tua di atas, tidak terlepas dari pengertian keluarga, karena orang tua merupakan bagian keluarga besar yang sebagian besar telah tergantikan oleh keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.
Melalui pendidikan di rumah, seorang ibu mampu membantu anak dalam perkembangan kepribadiannya sehingga ia nanti akan menjadi seorang pribadi yang sehat jasmani maupun rohani. Karakteristik dan kepribadian anak dipengaruhi oleh keluarga, terutama oleh ibunya.Hal ini dikarenakan ibu lebih banyak memiliki waktu bersama anaknya, dan sisi psikologis, kebanyakan anak lebih dekat kepada ibunya, mulai dari masa kehamilan, masa menyusui bahkan masa sesudahnya.
2.2.2        Sanak Saudara
Sanak Saudara adalah salah satu faktor yang mempengaruhidalam pembentukan karakter anak. Sanak Saudara juga merupakan media untuk mengenalkan pendidikan agama pada anak.Sebab interaksi sosial tahap kedua setelah dengan keluarga  adalah sanak saudara.
4

 


2.2.3        Lingkungan
Secara tidak langsung, lingkungan juga ikut berpengaruh dengan karakteristik seorang individu.Sebab seorang anak pastilah diajarkan oleh orang tuanya bagaimana berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Sehingga mau tak mau anak akan berinteraksi dengan warga disekitar rumahnya. Apabila lingkungannya baik, maka akan memberi contoh yang baik bagi anak, sehingga anak juga akan menirukan hal baik yang dicontohkan dan secara tidak langsung kepribadian anak akan terbentuk sesuai apa yang dia lihat tersebut. Begitu juga sebaliknya, lingkungan yang buruk akan membawa dampak negatif dalam perkembangan pembentukan kepribadian pada anak.

2.3   Tahapan awal penanaman nilai-nilai islam anak usia 0-2 tahun

2.3.1        Adzan di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri
Sebagaimana Abu Da’ud Turmidzi, Ali Rafi Baihaqi dan Ibnu Suni meriwayatkan bahwa Nabi SAW mengajarkan agar azan ditelinga kanan dan qamat ditelinga kiri anak yang baru lahir.
“Aku melihat Rasulullah saw mengumandangkan azan pada telinga al Hasan bin Ali, ketika Fatimah melahirkannya.”
Adapun hikmah dari azan dan iqamat menurut Ibnu Qayyum al Jauziyah yaitu  supaya suara yang pertama kali didengar oleh anak adalah kalimat-kalimat seruan yang maha tinggi yang mengandung kebesaran Tuhan. Hikmah lainnya adalah larinya syaitan hingga ia lemah ketika pertama kali ingin mengikat atau mempengaruhinya. Azan tersebut juga mengandung makna agar dakwah Islam mendahului dakwah syaitan.
2.3.2        Pemberian nama yang baik
5
Nama dan artinya adalah doa orang tua untuk bayi yang baru dilahirkan.Nama bagi seseorang sangatlah penting karena mencerminkan dirinya di dalam sebuah masyarakat serta mencerminkan karakter orang tersebut. Dari Ibnu Umar Ra ,ia berkata :”Rasulullah SAW telah bersabda sesungguhnya nama yang paling di sukai oleh Allah adalah Abdurrahman dan Abdullah”.
Memakai nama dari asmaul husna tanpa di dahului kata Abdul akan mengacaukan karena Asmaul Huzna adalah nama Allah sehingga tidak boleh menamakan manusia dengan nama-nama Allah kecuali dengan menambahkan hamba Allah dan sejenisnya.Oleh karena itu, pemberian nama yang baik untuk anak-anak menjadi salah satu kewajiban orang tua. Di antara nama-nama yang baik yang layak diberikan adalah nama nabi Muhammad. Sebagaimana sabda beliau :
 Dari Jabir Ra dari Nabi SAW beliau bersabda:
"Namailah dengan namaku dan janganlah engkau menggunakan kunyahku". (HR. Bukhori 2014 dan Muslim 2133)

2.3.3        Di  Aqiqohi
 Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad]
Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah]
Imam Malik berkata: “Aqiqah itu seperti layaknya nusuk (sembeliah denda larangan haji) dan udhhiyah (kurban), tidak boleh dalam aqiqah ini hewan yang picak, kurus, patah tulang, dan sakit”. Imam Asy-Syafi’iy berkata: “Dan harus dihindari dalam hewan aqiqah ini cacat-cacat yang tidak diperbolehkan dalam qurban”.
Pelaksanaan aqiqah menurut kesepakatan para ulama adalah pada saat hari ketujuh dari kelahiran.Hal ini berdasarkan hadits Samirah di mana Nabi SAW bersabda, “Seorang anak terikat dengan aqiqahnya.Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama”. (HR. al-Tirmidzi).
6
Namun demikian, apabila terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ia bisa dilaksanakan pada hari ke-14. Dan jika tidak juga, maka pada hari ke-21 atau kapan saja ia mampu. Imam Malik berkata :
“Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup”. Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah SWT: “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (QS.Al Baqarah:185)
Bayi yang meninggal dunia sebelum hari ketujuh disunnahkan juga untuk disembelihkan aqiqahnya, bahkan meskipun bayi yang keguguran dengan syarat sudah berusia empat bulan di dalam kandungan ibunya.
2.3.4        Pemotongan Rambut
Memotong atau Mencukur rambut bayi merupakan sunah muakkadah, baik untuk bayi laki-laki maupun bayi perempuan yang pelaksanaannya dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran dan alangkah lebih baik jika dilaksanakan berbarengan dengan aqiqah. Hal tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dicukur rambutnya serta diberi nama“
Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda:
“Hilangkan darinya kotoran”
Mengenai faedah dari mencukur rambut bayi tersebut, Ibnu Al-Qoyyim berkata: Mencukur rambut adalah pelaksanaan perintah Rasulullah SAW untuk menghilangkan kotoran. Dengan hal tersebut kita membuang rambut yang jelek/lemah dengan rambut yang kuat dan lebih bermanfaat bagi kepala dan lebih meringankan untuk si bayi. Dan hal tersebut berguna untuk membuka lubang pori-pori yang ada di kepala supaya gelombang panas bisa keluar melaluinya dengan mudah di mana hal tersebut sangat bermanfaat untuk menguatkan indera penglihatan, penciuman dan pendengaran si bayi.
7
Kemudian rambut yang telah dipotong tersebut ditimbang dan kita disunahkan untuk bersedekah dengan perak sesuai dengan berat timbangan rambut bayi tersebut. Ini sesuai dengan perintah Rasulullah SAW kepada puterinya Fatimah RA:
“Hai Fatimah, cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak sesuai dengan berat timbangan rambutnya kepada fakir miskin.”
Dalam pelaksanaan mencukur rambut, perlu diperhatikan larangan Rasulullah SAW untuk melakukan Al-Qaz’u, yaitu mencukur sebagian rambut dan membiarkan yang lainnya . Ada sejumlah gaya mencukur rambut yang termasuk Al-Qaz’u tersebut:
1.      Mencukur rambut secara acak di sana-sini tak beraturan.
2.      Mencukur rambut bagian tengahnya saja dan membiarkan rambut di sisi kepalanya.
3.      Mencukur rambut bagian sisi kepala dan membiarkan bagian tengahnya Mencukur rambut bagian depan dan membiarkan bagian belakan atau sebaliknya.
Masalah Ari-ari
Kepercayaan tentang penanganan ari-ari bayi tidak pernah kita dapat keterangannya, baik dari Al-Quran maupun dari Hadits-hadits nabawi. Kepercayaan itu datangnya dari tradisi nenek moyang yang sampai kepada kita tanpa referensi yang pasti. Dan biasanya, ditambahi dengan beragam kepercaaan aneh-aneh yang tidak masuk ke dalam logika, apalagi ke dalam syariah. Dengan demikian, lupakan saja masalah itu, karena tidak ada ketentuannya dalam syariah. Sedangkan ancaman bila tidak dibeginikan atau dibegitukan, akan melahirkan malapetaka dan sebagainya, semua adalah bagian dari kepercayaan yang menyesatkan. Kita diharamkan untuk mempercayainya, bila ingin selamat aqidah kita dari resiko kemusyrikan.
2.3.5        Di beri Asi
      Asi merupakan ciptaan Allah SWT yang luar biasa dan tak tertandingi sebagai sumber makanan terbaik bagi bayi baru lahir dan sebagai zat yang meningkatkan kekebalan tubuh. Melalui AL- QUR’AN ALLAH SWT memerintahkan kepada kaum ibu untuk  memberikan asi ekslusif kepada anak selama 2 tahun penuh dan mengonsumsi makanan dan minuman yang halal, baik dan bergizi .         
8

 


“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S Al- Baqoroh 2: 233)
2.4 Kandungan serta manfaat ASI bagi anak usia 0-2 tahun
2.4.1 Kandungan ASI
a.      Laktosa
Laktosa mengandung glukosa dan galaktosa yang berperan dalam perkembangan system saraf serta membantu penyerapan kalsium.
b.      Lemak
Merupakan zat gizi terbesar kedua sebagai sumber energy utama bayi, berperan dalam pengaturan suhu tubuh, mengandung AA dan DHA yang sangat enting untuk perkembangan otak bayi.
c.       Oligosakarida
Berfungsi sebagai probitik karena terbukti meningkatkan jumlah bakteri sehat dalam pencernaan bayi.
d.      Protein
Mengandung asam amino sebagai pembentuk struktur otak.

2.4.2 Manfaat ASI
*      Bagi bayi
9
Pemberian ASI merupakan metode pemberian makan bayi yang terbaik, terutama pada bayi umur kurang dari 6 bulan, selain juga bermanfaat bagi ibu. ASI mengandung semua zat gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk memenuhi seluruh gizi bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya.
·         Pada umur 6 sampai 12 bulan, ASI masih merupakan makanan utama bayi, karena mengandung lebih dari 60% kebutuhan bayi. Guna memenuhi semua kebutuhan bayi, perlu ditambah dengan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
·         Bayi ASI memiliki kekebalan lebih tinggi terhadap penyakit. Contohnya, ketika si ibu tertular penyakit (misalnya melalui makanan seperti gastroentretis atau polio), antibodi sang ibu terhadap penyakit tersebut diteruskan kepada bayi melalui ASI
·         Bayi ASI lebih bisa menghadapi efek kuning (jaundice). Level bilirubin dalam darah bayi banyak berkurang seiring dengan diberikannya kolostrum dan mengatasi kekuningan, asalkan bayi tersebut disusui sesering mungkin dan tanpa pengganti ASI.
·         ASI selalu siap sedia setiap saat bayi menginginkannya, selalu dalam keadaan steril dan suhu susu yang pas
·         Dengan adanya kontak mata dan badan, pemberian ASI juga memberikan kedekatan antara ibu dan anak. Bayi merasa aman, nyaman dan terlindungi, dan ini mempengaruhi kemapanan emosi si anak di masa depan.

*      Bagi ibu menyusui
v  Hisapan bayi membantu rahim menciut, mempercepat kondisi ibu untuk kembali ke masa pra-kehamilan dan mengurangi risiko perdarahan
v  Lemak di sekitar panggul dan paha yang ditimbun pada masa kehamilan pindah ke dalam ASI, sehingga ibu lebih cepat langsing kembali
v  Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menyusui memiliki resiko lebih rendah terhadap kanker rahim dan kanker payudara.
v  ASI lebih hemat waktu karena tidak usah menyiapkan dan mensterilkan botol susu, dot, dsb
v  ASI lebih praktis karena ibu bisa jalan-jalan ke luar rumah tanpa harus membawa banyak perlengkapan seperti botol, kaleng susu formula, air panas, dsb.

*      Bagi Keluarga
·         Tidak perlu uang untuk membeli susu formula, botol susu kayu bakar atau minyak untuk merebus air, susu atau peralatan.
·          Bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit (hemat) dalam perawatan kesehatan dan berkurangnya kekhawatiran bayi akan sakit.
·        
10
Penjarangan kelahiran karena efek kontrasepsi LAM dari ASI eksklusif.
·         Menghemat waktu keluarga bila bayi lebih sehat.
·         Memberikan ASI pada bayi (meneteki) berarti hemat tenaga bagi keluarga sebab ASI selalu siap tersedia.
·         Lebih praktis saat akan bepergian, tidak perlu membawa botol, susu, air panas, dll

*      Bagi Masyarakat dan Negara
v  Menghemat devisa negara karena tidak perlu mengimpor susu formula dan peralatan lain untuk persiapannya.
v  Bayi sehat membuat negara lebih sehat.
v  Terjadi penghematan pada sektor kesehatan karena jumlah bayi sakit lebih sedikit.
v  Memperbaiki kelangsungan hidup anak dengan menurunkan kematian.
v  Melindungi lingkungan karena tak ada pohon yang digunakan sebagai kayu bakar untuk merebus air, susu dan peralatannya.

2.5  Manfaat penanaman nilai – nilai islam bagi anak usia 0-2 tahun
Menjadikan anak sholeh, sholehah dan berkepribadian baik serta  berbudi pekerti       luhur sesuai ajaran islam.Selain itu manfaat menanamkan nilai islam pada anak sejak usia dini adalah terciptanya individu yang memiliki sikap sesuai norma – norma kehidupan dan memiliki motivasi yang kuat sehingga siap mengahadapi kehidupan yang penuh dengan ujian Allah SWT.
                                                                                                          

11

 


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1  Karakteristik anak usia 0-2 tahun mencakup berbagai segi diantaranya :
a. Segi fisik, meliputi :
 -Kenaikan berat badan anak yang tidak teratur
-Pada Usia 16-18 bulan gigi seri anaksudah tumbuh
- Penambahan tinggi badan drastis
b. Segi social ,meliputi:
- Masa Bayi, perkembangan anak bergantung bawaannya.
- Masa kanak-kanak,anak sering  meniru pekerjaan yang dilakukan orang tunya.
c. Segi bahasa
- menangis dengan kencang jika meminta sesuatu( lapar, haus atau ingin buang air)

3.2 Orang - orang yang terlibat dalam proses penanaman nilai-nilai islam anak usia 0-2 tahun antara lain, orang tua, keluarga dan lingkungan.
3.3 Tahapan awal penanaman nilai-nilai islam pasca kelahiran anak usia   tahun antara lain :
·         Adzan di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri
·         Pemberian nama yang baik
·         Pemotongan rambut
·         Di aqiqahi
·         Di beri asi
3.4. Kandungan ASI antara lain lemak, protein, oligosakarida dan laktosa. Pemberian ASI sangat bermanfaat bagi bayi, Ibu yang menyusui, keluarga, masyarakat dan Negara.
3.5 Manfaat menanamkan nilai-nilai islam bagi anak usia 0-2 tahun antara lain:
·            Menjadikan anak sholeh, sholehah dan berkepribadian baik serta  berbudi pekertiluhur sesuai ajaran islam
·           
12
Terciptanya individu yang memiliki sikap sesuai norma – norma kehidupan dan memiliki motivasi yang kuat sehingga siap mengahadapi kehidupan yang penuh dengan ujian Allah SWT.
3.2 Saran
            Saran ini ditunjukan kepada orang – orang yang berinteraksi langsung dengan proses penanaman nilai – nilai islam bagi anak pasca kelahiran hingga usia 2 tahun diantaranya:
1.      Orang tua
a.       Orang tua harus meluangkan waktunya guna menemani dan mengontrol tumbuh kembang si anak
b.      Orang tua harus menanamkan pendidikan agama kepada anak – anaknya agar kelak anak mereka nantinya menjadi anak yang soleh dan soleha
c.       Pemberian ASI diusahakan secara ekslusif
d.      Makanan dan minuman yang diberikan anak pasca kelahiran hingga usia 2 tahun 2 tahun harus yang halal
2.      Keluarga
Keluarga seperti orang tua kedua bagi anak yang harus mampu mengasuh anak atau menggantikan posisi orang tua jika orang tua si anak berpergian.Keluarga di sini meliputi kakek, nenek, paman, bibi, dll.
3.      Lingkungan
Dalam hal ini, lingkungan berarti masyarakat disekitar tempat tinggal si anak.Masyarakat harus menciptakan lingkungan yang kandusif, aman, nyaman serta bersifat mendidik bagi anak.
13

 


DAFTAR PUSTAKA
http://blog.re.or.id/ritual-syar039i-menjelang-dan-sesudah-kelahiran-bayi.htm
file:///C://PENDIDIKAN-ANAK-USIA-DINI,PondasiBagiMasaDepanAnak.htm
14

 


*      PERTANYAAN DAN JAWABAN SAAT PRESENTASI
1.      LULUK :
Bagaimana cara mendidik anak jika orang tuanya single parent ?
2.      NOVI :
Bagaimana menanggapi kasus jika seseorang meninggal sebelum diaqiqoh ?
3.      NOVIA :
Mengapa bayi yang baru lahir tidak boleh dinamai dengan nama langsung asmaul husna ?

*      JAWABAN :
1.      Dengan cara mengenalkan anak pada saudara orang tua yang single parent tersebut (om, tante paman bibi dari si anak), bisa juga anak didekatkan pada kakek neneknya, hal ini bertujuan agar sang anak bisa mengenali sosok orang tuanya yang tidak berada disisinya(ibu atau bapak).
2.      Orang yang telah meninggal tersebut boleh diaqiqohi. Dengan ktentuan yang sama saat masih hidup. Misalnya jika laki-laki, maka menyembelih 2 kambing, jika perempuan 1 kambung, kambin yang disembelih juga harus diperhatikan( kesehatan, umur dan lain-lain)
3.      Memakai nama dari asmaul husna tanpa di dahului kata lain (missal : Abdul) akan mengacaukan karena Asmaul Huzna adalah nama Allah sehingga tidak boleh menamakan manusia dengan nama-nama Allah kecuali dengan menambahkan hamba Allah dan sejenisnya. Di antara nama-nama yang baik yang layak diberikan adalah nama nabi Muhammad. Sebagaimana sabda beliau :
 Dari Jabir Ra dari Nabi SAW beliau bersabda:
"Namailah dengan namaku dan janganlah engkau menggunakan kunyahku". (HR. Bukhori 2014 dan Muslim 2133)




 

No comments:

Post a Comment