MAKALAH
PENANAMAN
NILAI-NILAI ISLAM ANAK USIA 0-2 TAHUN
Dosen pembimbing
:
Mutimatul Faidah
S.Ag, M.Ag
Di susun oleh :
Ade Irma F.
(111684208)
Ayu Dia Ps
(111684217)
Maylinda
G.P. (111684218)
Nuzulla Fiqqi M.(111684207)
2011/B
PROGRAM
S1 PG-PAUD
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI SURABAYA
2011/2012
Kata Pengantar
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya lah
kami dari kelompok II bias menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Tak
lupa kami sampaikan terima kasih kepada pembimbing kami yang telah mendukung
kegiatan belajar kami semua dan rekan dari kelompok II yang telah bekerja sama
dengan baik, sehingga makalah ini dapat selasai tepat waktu dengan judul
“PENANAMAN NILAI-NILAI ISLAM ANAK USIA 0-2 TAHUN”.
Makalah
ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.
Surabaya, september 2011
Penulis
|
ii
|
Daftar isi
Kata
Pengantar..................................................................................... ii
Daftar
isi .............................................................................................. iii
BAB
I PENDAHULUAN................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................. 2
1.3 Tujuan................................................................................ 2
BAB
II ................................................................................................. PEMBAHASAN 3
2.1 Karakteristik anak usia 0- 2 tahun...................................... 3
2.2 Aspek
yang terlibat dalam proses penanaman
nilai-nilai islam bagi
anak usia 0- 2 tahun........................... 4
2.3 Tahapan
awal penanaman nilai-nilai islam anak usia 0-2 tahun
............................................................................................ 5
2.4 Kandungan
serta manfaat ASI bagi anak usia 0-2 tahun... 9
2.5 Manfaat
menanamkan nilai islam pada anak usia 0-2 tahun
............................................................................................ 11
BAB
III KESIMPULAN DAN SARAN ........................................... 12
3.1
Kesimpulan ........................................................................ 12
3.2
Saran .................................................................................. 13
DAFTAR
PUSTAKA.......................................................................... 14
PERTANYAAN
DAN JAWABAN SAAT PRESENTASI............... 15
|
iii
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Agama
merupakan pondasi utama bagi setiap insan yang percaya akan teori ketuhanan. Nilai-
nilai agama penting dikenalkan kepada anak sejak dini.Sebab pemahaman agama
secara menyeluruh dan utuh sangatlah berpengaruh terhadap pembentukan
kepribadian dan karakter anak.
Di era
globalisasi saat ini sering terjadi penyimpangan social yang disebabkan
minimnya pengetahuan agama, pergaulan dan lingkungan serta perkembangan
teknologi yang tidak diimbangi dengan filtrasi yang ketat. Misalnya, kasus
balita yang merokok dan bicara kasar kepada orang yang lebih tua darinya. Penyimpangan
ini dikarenakan anak tersebut bergaul dengan orang – orang yang lebih dewasa
darinya serta lingkungan tempat tinggal yang salah.Hal ini perlu mendapat
perhatian dan tindakan khusus secara cepat dan tepat, agar tidak meluas.
Untuk itu
nilai – nilai agama digunakan sebagai salah satu ”pagar “ yang secara tidak
langsung membatasi individu dalam menentukan karakter hidupnya. Itulah yang
menjadi dasar betapa pentingnya penanaman nilai – nilai islam khususnya usia
pasca kelahiran hingga 2 tahun.
|
1
|
1.2 Rumusan
Masalah
1.2.1 Bagaimana
Karakteristik anak usia 0- 2 tahun?
1.2.2 Apa aspek terlibat dalam proses penanaman
nilai-nilai islam anak usia 0-2 tahun?
1.2.3 Bagaimana tahapan awal penanaman nilai-nilai
islam anak usia 0-2 tahun?
1.2.4 Apa kandungan serta manfaat ASI bagi anak usia
0-2 tahun?
1.2.5 Apa manfaat dari menanamkan nilai-nilai islam pada
anak usia 0-2 tahun?
1.3 Tujuan
1.3.1.
Mengetahui karakteristik anak usia 0-2 tahun.
1.3.2.
Mengetahui aspek-aspek yang terlibat dalam proses penanaman nilai-nilai islam anak
usia 0-2 tahun.
1.3.3.
Mengetahui tahapan awal penanaman nilai-nilai islam pada anak usia 0-2 tahun.
1.3.4.
Mengetahui kandungan serta manfaat ASI bagi anak usia 0-2 tahun.
1.3.5
Mengetahaui manfaat dari menanamkan nilai-nilai islam kepada anak usia 0-2
tahun.
|
2
|
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1.
Karakteristik Anak usia 0- 2 Tahun
Karakteristik
tumbuh kembang anak usia 0- 2 tahun mencakup berbagai segi, diantaranya:
2.1.1
Segi fisik
·
Kenaikan berat badan anak yang tidak
teratur. Anak usia 3 bulan pertama mengalami
kenaikan berat badan mencapai 30 gram/hari. Pada usia 5bulan, berat badan anak meningkat 2 kali lipat dari berat
saat lahir. Kemudian meningkat 0,35-0,5 kg per bulan sampai pada saat akhir
tahun. Pada tahun ke 2 pertumbuhan berat si anak menjadi 0,25 kg per bulannya.
·
Pada
usia 16-18 bulan gigi seri tengah sudah tumbuh.
·
Tinggi
Badan, panjang badan pada saat anak baru lahir adalah sekitar 50 cm, namun akan
meningkat secara drastis sebesar 50% pada saat akhir tahun pertama sehingga
panjangnya menjadi 75 cm pada tahun kedua akan meningkat menjadi dua kali lipat
dari panjang badan yang sebelumnya.
2.1.2
Segi sosial
Tumbuh
kembang anak dari segi sosial dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
·
Masa Bayi
(sosialisasi elementer), Pada masa ini anak akan mengalaminya dalam waktu
kurang lebih sekitar umur 15-18 bulan, perkembangannya tergantung dari perubahan
darikemampuan bawaannya. Misalnyaperilaku yang tidak baik akan mempengaruhi
tingkah laku anak. Memberikan perhatian dalam segala hal apa pun akan
mempermudah alat sensorik maupun motorik.
·
|
3
|
2.1.3
Segi bahasa
Kemampuan anak dalam
berbicara mengalami perubahan atau fase – fase diantaranya:
• fase 1 bulan, bayi menangis dengan kencang jika meminta sesuatu( lapar, haus atau ingin buang air)
• fase 1 bulan, bayi menangis dengan kencang jika meminta sesuatu( lapar, haus atau ingin buang air)
•fase
3-6 bulan, bayi sudah dapat mengumpulkan kata-katanya didalam hati, dalam tipe
vokal seperti bentuk kicauan burung.
•fase 6-8 bulan, anak akan memadukan beberapa unsur bunyi-bunyian yang ia dengar dan akan ia adopsi menjadi sebuah maksud yang akan terselubung memiliki arti tersendiri, namun akan mempunyai maksud yang tertentu. Tetapi si anak belum mampu berbicara.
•fase 10-12 bulan, anak dapat berbicara, namun hanya bisa menggunakan kata kata yang sering ia dengar dan dapat ia katakan dengan tidak lancar yaitu kata mama atau papa.
•fase 18 bulan, bahasa bayi dapat mencakup kosakata sekitar 300 kata hal ini membuktikan bahwa kemampuan anak dalam mengingat dan mengaplikasikannya sangatlah baik.
• fase 2 tahun, pada saat umur anak 2 tahun ini anak akan mampu menyambung sekitar 2 atau 3 kata, yang akan ia kombinasikan antara kata sifat dengan kata keterangan.
•fase 6-8 bulan, anak akan memadukan beberapa unsur bunyi-bunyian yang ia dengar dan akan ia adopsi menjadi sebuah maksud yang akan terselubung memiliki arti tersendiri, namun akan mempunyai maksud yang tertentu. Tetapi si anak belum mampu berbicara.
•fase 10-12 bulan, anak dapat berbicara, namun hanya bisa menggunakan kata kata yang sering ia dengar dan dapat ia katakan dengan tidak lancar yaitu kata mama atau papa.
•fase 18 bulan, bahasa bayi dapat mencakup kosakata sekitar 300 kata hal ini membuktikan bahwa kemampuan anak dalam mengingat dan mengaplikasikannya sangatlah baik.
• fase 2 tahun, pada saat umur anak 2 tahun ini anak akan mampu menyambung sekitar 2 atau 3 kata, yang akan ia kombinasikan antara kata sifat dengan kata keterangan.
2.1.4
Segi motorik
•
Gerakan Mata, pada saat dimasa anak berusia 2 bulan ia akan mampu menoleh untuk
melihat benda-benda yang ada disekitarnya dengan menoleh kekiri atau kekanan.
Kemudian di usia 4 bulan akan mampumengontrol gerakan mata dengan lebih baik.
• Mengangkat kepala, pada saat usiaanak mencapai usia 6 bulan anak akan mencoba mengangkat bagian tubuhnya yaitu pada bagian kepala.
• Gerakan Tangan Dan Lengan, masa menjangkau benda sudah dapat dilakukan anak pada saat usia 4 bulan, usia 6 bulan anak mampumenggapai serta mengambil benda-benda, dan mampu memukul-mukul sesuatu bahkan melemparkan sesuatu kepada orang lain, di masanya yang ke 9 bulan bayi mampu untuk menjemput ataupun ia akan mampu memetik.
• Duduk, ini akan terjadi pada saat usia 6-7 bulan
• Merangkak, 6-8 bulan anak akan belajar merangkak , sekitar usia 9-11 bulan akan bisa melakukannya dengan sangat baik.
• Berdiri, usia 10 bulan anak akan mampu berdiri dengan bertumpu pada benda-benda tertentu. Barulah mampu berdiri tanpa bantuan apa pun.
• Berjalan, 15-18 bulan anak akan mampu berjalan dengan baik diawali dengan merangkak kemudian berdiri dan berjalan dengan bertumpu pada tembok baru kemudian mampu berjalan dengan sempurna.
• Mengangkat kepala, pada saat usiaanak mencapai usia 6 bulan anak akan mencoba mengangkat bagian tubuhnya yaitu pada bagian kepala.
• Gerakan Tangan Dan Lengan, masa menjangkau benda sudah dapat dilakukan anak pada saat usia 4 bulan, usia 6 bulan anak mampumenggapai serta mengambil benda-benda, dan mampu memukul-mukul sesuatu bahkan melemparkan sesuatu kepada orang lain, di masanya yang ke 9 bulan bayi mampu untuk menjemput ataupun ia akan mampu memetik.
• Duduk, ini akan terjadi pada saat usia 6-7 bulan
• Merangkak, 6-8 bulan anak akan belajar merangkak , sekitar usia 9-11 bulan akan bisa melakukannya dengan sangat baik.
• Berdiri, usia 10 bulan anak akan mampu berdiri dengan bertumpu pada benda-benda tertentu. Barulah mampu berdiri tanpa bantuan apa pun.
• Berjalan, 15-18 bulan anak akan mampu berjalan dengan baik diawali dengan merangkak kemudian berdiri dan berjalan dengan bertumpu pada tembok baru kemudian mampu berjalan dengan sempurna.
2.2
Aspek
Yang Terlibat Dalam Proses Penanaman Nilai-Nilai Islam Bagi Anak Usia 0- 2
Tahun
Orang tua adalah
komponen keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu, dan merupakan hasil dari
sebuah ikatan perkawinan yang sah yang dapat membentuk sebuah keluarga.Orang
tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membimbing
anak-anaknya untuk mencapai tahapan tertentu yang menghantarkan anak untuk siap
dalam kehidupan bermasyarakat.
Sedangkan
pengertian orang tua di atas, tidak terlepas dari pengertian keluarga, karena
orang tua merupakan bagian keluarga besar yang sebagian besar telah tergantikan
oleh keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.
Melalui pendidikan di rumah, seorang ibu mampu membantu anak
dalam perkembangan kepribadiannya sehingga ia nanti akan menjadi seorang
pribadi yang sehat jasmani maupun rohani. Karakteristik dan kepribadian anak
dipengaruhi oleh keluarga, terutama oleh ibunya.Hal ini dikarenakan ibu lebih
banyak memiliki waktu bersama anaknya, dan sisi psikologis, kebanyakan anak
lebih dekat kepada ibunya, mulai dari masa kehamilan, masa menyusui bahkan masa
sesudahnya.
2.2.2
Sanak Saudara
Sanak Saudara adalah salah satu faktor yang mempengaruhidalam
pembentukan karakter anak. Sanak Saudara juga merupakan media untuk mengenalkan
pendidikan agama pada anak.Sebab interaksi sosial tahap kedua setelah dengan
keluarga adalah sanak saudara.
|
4
|
2.2.3
Lingkungan
Secara
tidak langsung, lingkungan juga ikut berpengaruh dengan karakteristik seorang
individu.Sebab seorang anak pastilah diajarkan oleh orang tuanya bagaimana
berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Sehingga mau tak mau anak akan
berinteraksi dengan warga disekitar rumahnya. Apabila lingkungannya baik, maka
akan memberi contoh yang baik bagi anak, sehingga anak juga akan menirukan hal
baik yang dicontohkan dan secara tidak langsung kepribadian anak akan terbentuk
sesuai apa yang dia lihat tersebut. Begitu juga sebaliknya, lingkungan yang
buruk akan membawa dampak negatif dalam perkembangan pembentukan kepribadian
pada anak.
2.3
Tahapan
awal penanaman nilai-nilai islam anak usia 0-2 tahun
2.3.1
Adzan
di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri
Sebagaimana Abu Da’ud Turmidzi,
Ali Rafi Baihaqi dan Ibnu Suni meriwayatkan bahwa Nabi SAW mengajarkan agar
azan ditelinga kanan dan qamat ditelinga kiri anak yang baru lahir.
“Aku melihat Rasulullah saw
mengumandangkan azan pada telinga al Hasan bin Ali, ketika Fatimah
melahirkannya.”
Adapun hikmah dari azan dan
iqamat menurut Ibnu Qayyum al Jauziyah yaitu supaya suara yang pertama
kali didengar oleh anak adalah kalimat-kalimat seruan yang maha tinggi yang mengandung
kebesaran Tuhan. Hikmah lainnya adalah larinya syaitan hingga ia lemah ketika
pertama kali ingin mengikat atau mempengaruhinya. Azan tersebut juga mengandung
makna agar dakwah Islam mendahului dakwah syaitan.
2.3.2
Pemberian nama
yang baik
|
5
|
Memakai nama
dari asmaul husna tanpa di dahului kata Abdul akan mengacaukan karena Asmaul
Huzna adalah nama Allah sehingga tidak boleh menamakan manusia dengan nama-nama
Allah kecuali dengan menambahkan hamba Allah dan sejenisnya.Oleh karena itu,
pemberian nama yang baik untuk anak-anak menjadi salah satu kewajiban orang
tua. Di antara nama-nama yang baik yang layak diberikan adalah nama nabi
Muhammad. Sebagaimana sabda beliau :
Dari Jabir Ra dari Nabi SAW beliau bersabda:
"Namailah dengan namaku dan janganlah engkau
menggunakan kunyahku". (HR. Bukhori 2014 dan Muslim 2133)
2.3.3
Di
Aqiqohi
Dari Samurah
bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan
dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi
nama dan dicukur rambutnya.” [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah,
Ahmad]
Dari Aisyah dia
berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing
yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah]
Imam Malik
berkata: “Aqiqah itu seperti layaknya nusuk (sembeliah denda larangan haji) dan
udhhiyah (kurban), tidak boleh dalam aqiqah ini hewan yang picak, kurus, patah
tulang, dan sakit”. Imam Asy-Syafi’iy berkata: “Dan harus dihindari dalam hewan
aqiqah ini cacat-cacat yang tidak diperbolehkan dalam qurban”.
Pelaksanaan
aqiqah menurut kesepakatan para ulama adalah pada saat hari ketujuh dari
kelahiran.Hal ini berdasarkan hadits Samirah di mana Nabi SAW bersabda,
“Seorang anak terikat dengan aqiqahnya.Ia disembelihkan aqiqah pada hari
ketujuh dan diberi nama”. (HR. al-Tirmidzi).
|
6
|
“Pada
dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, maka
sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh)
atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup”. Karena prinsip ajaran Islam adalah
memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah SWT: “Allah menghendaki
kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (QS.Al Baqarah:185)
Bayi yang
meninggal dunia sebelum hari ketujuh disunnahkan juga untuk disembelihkan
aqiqahnya, bahkan meskipun bayi yang keguguran dengan syarat sudah berusia
empat bulan di dalam kandungan ibunya.
2.3.4
Pemotongan
Rambut
Memotong atau
Mencukur rambut bayi merupakan sunah muakkadah, baik untuk bayi laki-laki
maupun bayi perempuan yang pelaksanaannya dilakukan pada hari ketujuh dari
kelahiran dan alangkah lebih baik jika dilaksanakan berbarengan dengan aqiqah.
Hal tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada
hari ketujuh dari kelahirannya dan dicukur rambutnya serta diberi nama“
Dalam riwayat yang lain
Rasulullah SAW bersabda:
“Hilangkan darinya kotoran”
Mengenai faedah
dari mencukur rambut bayi tersebut, Ibnu Al-Qoyyim berkata: Mencukur rambut adalah pelaksanaan perintah
Rasulullah SAW untuk menghilangkan kotoran. Dengan hal tersebut kita membuang
rambut yang jelek/lemah dengan rambut yang kuat dan lebih bermanfaat bagi
kepala dan lebih meringankan untuk si bayi. Dan hal tersebut berguna untuk
membuka lubang pori-pori yang ada di kepala supaya gelombang panas bisa keluar
melaluinya dengan mudah di mana hal tersebut sangat bermanfaat untuk menguatkan
indera penglihatan, penciuman dan pendengaran si bayi.
|
7
|
“Hai Fatimah, cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak sesuai
dengan berat timbangan rambutnya kepada fakir miskin.”
Dalam pelaksanaan mencukur
rambut, perlu diperhatikan larangan Rasulullah SAW untuk melakukan Al-Qaz’u,
yaitu mencukur sebagian rambut dan membiarkan yang lainnya . Ada sejumlah gaya
mencukur rambut yang termasuk Al-Qaz’u tersebut:
1.
Mencukur rambut secara acak di sana-sini tak beraturan.
2.
Mencukur rambut bagian tengahnya saja dan membiarkan
rambut di sisi kepalanya.
3.
Mencukur rambut bagian sisi kepala dan membiarkan
bagian tengahnya Mencukur rambut bagian depan dan membiarkan bagian belakan
atau sebaliknya.
Masalah Ari-ari
Kepercayaan tentang penanganan ari-ari bayi tidak pernah kita dapat
keterangannya, baik dari Al-Quran maupun dari Hadits-hadits nabawi. Kepercayaan
itu datangnya dari tradisi nenek moyang yang sampai kepada kita tanpa referensi
yang pasti. Dan biasanya, ditambahi dengan beragam kepercaaan aneh-aneh yang
tidak masuk ke dalam logika, apalagi ke dalam syariah. Dengan demikian, lupakan
saja masalah itu, karena tidak ada ketentuannya dalam syariah. Sedangkan
ancaman bila tidak dibeginikan atau dibegitukan, akan melahirkan malapetaka dan
sebagainya, semua adalah bagian dari kepercayaan yang menyesatkan. Kita
diharamkan untuk mempercayainya, bila ingin selamat aqidah kita dari resiko
kemusyrikan.
2.3.5
Di beri
Asi
Asi
merupakan ciptaan Allah SWT yang luar biasa dan tak tertandingi sebagai sumber
makanan terbaik bagi bayi baru lahir dan sebagai zat yang meningkatkan
kekebalan tubuh. Melalui AL- QUR’AN ALLAH SWT memerintahkan kepada kaum ibu
untuk memberikan asi ekslusif kepada
anak selama 2 tahun penuh dan mengonsumsi makanan dan minuman yang halal, baik
dan bergizi .
|
8
|
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu
bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan
pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani
melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita
kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun
berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun)
dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas
keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada
dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah
kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(Q.S Al- Baqoroh 2: 233)
2.4 Kandungan serta manfaat ASI bagi anak usia 0-2 tahun
2.4.1
Kandungan ASI
a. Laktosa
Laktosa mengandung glukosa dan
galaktosa yang berperan dalam perkembangan system saraf serta membantu
penyerapan kalsium.
b.
Lemak
Merupakan zat gizi terbesar kedua
sebagai sumber energy utama bayi, berperan dalam pengaturan suhu tubuh,
mengandung AA dan DHA yang sangat enting untuk perkembangan otak bayi.
c.
Oligosakarida
Berfungsi sebagai probitik karena
terbukti meningkatkan jumlah bakteri sehat dalam pencernaan bayi.
d.
Protein
Mengandung asam amino sebagai
pembentuk struktur otak.
2.4.2
Manfaat ASI
|
9
|
·
Pada
umur 6 sampai 12 bulan, ASI masih merupakan makanan utama bayi, karena
mengandung lebih dari 60% kebutuhan bayi. Guna memenuhi semua kebutuhan bayi, perlu
ditambah dengan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
·
Bayi ASI memiliki kekebalan lebih
tinggi terhadap penyakit. Contohnya, ketika si ibu tertular penyakit (misalnya
melalui makanan seperti gastroentretis atau polio), antibodi
sang ibu terhadap penyakit tersebut diteruskan kepada bayi melalui ASI
·
Bayi ASI lebih bisa menghadapi efek
kuning (jaundice). Level
bilirubin dalam darah bayi banyak berkurang seiring dengan diberikannya
kolostrum dan mengatasi kekuningan, asalkan bayi tersebut disusui sesering
mungkin dan tanpa pengganti ASI.
·
ASI selalu siap sedia setiap saat bayi
menginginkannya, selalu dalam keadaan steril dan suhu susu yang pas
·
Dengan adanya kontak mata dan badan,
pemberian ASI juga memberikan kedekatan antara ibu dan anak. Bayi merasa aman,
nyaman dan terlindungi, dan ini mempengaruhi kemapanan emosi si anak di masa depan.
v Hisapan bayi
membantu rahim menciut, mempercepat kondisi ibu untuk kembali ke masa
pra-kehamilan dan mengurangi risiko perdarahan
v Lemak di
sekitar panggul dan paha yang ditimbun pada masa kehamilan pindah ke dalam ASI,
sehingga ibu lebih cepat langsing kembali
v Penelitian
menunjukkan bahwa ibu yang menyusui memiliki resiko lebih rendah terhadap kanker rahim dan kanker payudara.
v ASI lebih
praktis karena ibu bisa jalan-jalan ke luar rumah tanpa harus membawa banyak
perlengkapan seperti botol, kaleng susu formula, air panas, dsb.
·
Tidak perlu uang untuk membeli susu formula, botol susu kayu bakar
atau minyak untuk merebus air, susu atau peralatan.
·
Bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya
lebih sedikit (hemat) dalam perawatan kesehatan dan berkurangnya kekhawatiran
bayi akan sakit.
·
|
10
|
·
Menghemat waktu keluarga bila bayi
lebih sehat.
·
Memberikan ASI pada bayi (meneteki)
berarti hemat tenaga bagi keluarga sebab ASI selalu siap tersedia.
·
Lebih praktis saat akan bepergian,
tidak perlu membawa botol, susu, air panas, dll
v
Menghemat devisa negara karena tidak
perlu mengimpor susu formula dan peralatan lain untuk persiapannya.
v
Bayi sehat membuat negara lebih sehat.
v
Terjadi penghematan pada sektor
kesehatan karena jumlah bayi sakit lebih sedikit.
v
Memperbaiki kelangsungan hidup anak
dengan menurunkan kematian.
v
Melindungi lingkungan karena tak ada
pohon yang digunakan sebagai kayu bakar untuk merebus air, susu dan
peralatannya.
2.5 Manfaat penanaman nilai – nilai
islam bagi anak usia 0-2 tahun
Menjadikan anak sholeh, sholehah dan berkepribadian
baik serta berbudi pekerti luhur sesuai ajaran islam.Selain itu
manfaat menanamkan nilai islam pada anak sejak usia dini adalah terciptanya
individu yang memiliki sikap sesuai norma – norma kehidupan dan memiliki
motivasi yang kuat sehingga siap mengahadapi kehidupan yang penuh dengan ujian
Allah SWT.
|
11
|
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Karakteristik anak usia 0-2 tahun
mencakup berbagai segi diantaranya :
a. Segi fisik, meliputi :
-Kenaikan berat badan anak yang tidak teratur
-Pada Usia 16-18 bulan gigi
seri anaksudah tumbuh
- Penambahan tinggi
badan drastis
b. Segi
social
,meliputi:
- Masa Bayi,
perkembangan anak bergantung bawaannya.
- Masa
kanak-kanak,anak sering meniru pekerjaan
yang dilakukan orang tunya.
c. Segi
bahasa
- menangis
dengan kencang jika meminta sesuatu( lapar, haus atau
ingin buang air)
3.2 Orang -
orang yang terlibat dalam proses penanaman nilai-nilai islam anak usia 0-2
tahun antara lain, orang tua, keluarga
dan lingkungan.
3.3
Tahapan awal penanaman nilai-nilai islam
pasca kelahiran anak usia tahun antara lain :
·
Adzan di telinga kanan dan iqomah di
telinga kiri
·
Pemberian nama yang baik
·
Pemotongan rambut
·
Di aqiqahi
·
Di beri asi
3.4. Kandungan ASI
antara lain lemak, protein, oligosakarida dan laktosa. Pemberian ASI sangat
bermanfaat bagi bayi, Ibu yang menyusui, keluarga, masyarakat dan Negara.
3.5 Manfaat menanamkan nilai-nilai islam
bagi anak usia 0-2 tahun antara lain:
·
Menjadikan anak sholeh, sholehah dan
berkepribadian baik serta berbudi
pekertiluhur sesuai ajaran islam
·
|
12
|
3.2
Saran
Saran ini ditunjukan kepada orang –
orang yang berinteraksi langsung dengan proses penanaman nilai – nilai islam
bagi anak pasca kelahiran hingga usia 2 tahun diantaranya:
1.
Orang
tua
a. Orang
tua harus meluangkan waktunya guna menemani dan mengontrol tumbuh kembang si
anak
b. Orang
tua harus menanamkan pendidikan agama kepada anak – anaknya agar kelak anak
mereka nantinya menjadi anak yang soleh dan soleha
c. Pemberian
ASI diusahakan secara ekslusif
d. Makanan
dan minuman yang diberikan anak pasca kelahiran hingga usia 2 tahun 2 tahun
harus yang halal
2.
Keluarga
Keluarga
seperti orang tua kedua bagi anak yang harus mampu mengasuh anak atau
menggantikan posisi orang tua jika orang tua si anak berpergian.Keluarga di
sini meliputi kakek, nenek, paman, bibi, dll.
3.
Lingkungan
Dalam
hal ini, lingkungan berarti masyarakat disekitar tempat tinggal si
anak.Masyarakat harus menciptakan lingkungan yang kandusif, aman, nyaman serta
bersifat mendidik bagi anak.
|
13
|
DAFTAR PUSTAKA
http://blog.re.or.id/ritual-syar039i-menjelang-dan-sesudah-kelahiran-bayi.htm
file:///C://PENDIDIKAN-ANAK-USIA-DINI,PondasiBagiMasaDepanAnak.htm
|
14
|
1. LULUK
:
Bagaimana cara mendidik anak jika orang tuanya
single parent ?
2. NOVI
:
Bagaimana menanggapi kasus jika seseorang meninggal
sebelum diaqiqoh ?
3. NOVIA
:
Mengapa bayi yang baru lahir tidak boleh dinamai
dengan nama langsung asmaul husna ?
1. Dengan
cara mengenalkan anak pada saudara orang tua yang single parent tersebut (om,
tante paman bibi dari si anak), bisa juga anak didekatkan pada kakek neneknya,
hal ini bertujuan agar sang anak bisa mengenali sosok orang tuanya yang tidak
berada disisinya(ibu atau bapak).
2. Orang
yang telah meninggal tersebut boleh diaqiqohi. Dengan ktentuan yang sama saat
masih hidup. Misalnya jika laki-laki, maka menyembelih 2 kambing, jika
perempuan 1 kambung, kambin yang disembelih juga harus diperhatikan( kesehatan,
umur dan lain-lain)
3. Memakai
nama dari asmaul husna tanpa di dahului kata lain (missal : Abdul) akan
mengacaukan karena Asmaul Huzna adalah nama Allah sehingga tidak boleh
menamakan manusia dengan nama-nama Allah kecuali dengan menambahkan hamba
Allah dan sejenisnya. Di antara nama-nama yang baik yang layak
diberikan adalah nama nabi Muhammad. Sebagaimana sabda beliau :
Dari Jabir Ra dari Nabi SAW beliau bersabda:
"Namailah dengan namaku dan
janganlah engkau menggunakan kunyahku". (HR. Bukhori 2014 dan Muslim 2133)
No comments:
Post a Comment