Sunday, November 15, 2015

PERECANAAN PEMBELAJARAN PAUD

PERECANAAN PEMBELAJARAN
A.            Pengertian Perencanaan Pembelajaran
1.             Perencanaan
Perencanaan adalah menyusun langkah-langkah yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan berdasarkan kebutuhan dalam jangka waktu tertentu serta dapat dilaksanakan dengan mudah dan tepat sasaran. 
Pembelajaran
Pembelajaran menurut Jones at. Al dalam Mulyani Sumantri dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh para guru dalam membimbing, membantu dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar.
        (Abdul Majid, dalam bukunya “Perencanaan  Pembelajaran, Mengembangkan Standar Kompetensi Guru”, 2005. Halaman 15-16 )
             Berk (1992:18), mengatakan bahwa Anak Usia Dini (AUD) merupakan sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Anak usia dini berada pada rentang usia 0-8 tahun (http:www.naeyc.org). Pada masa ini proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek sedang mengalami masa yang cepat dalam rentang perkembangan hidup manusia.
        (Dr. Yuliani Nurani Sujiono, dalam bukunya “Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini”, tahun 2009. Halaman 6)
                 Jadi perencanaan pembelajaran AUD merupakan langkah-langkah yang akan dilaksanakan untuk membimbing, membantu dan mengarahkan peserta didik usia 0-8 tahun yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupannya dengan berdasarkan kebutuhan anak.

2.             Pengertian perencanaan menurut para ahli
a.             William H Newman
Dalam bukunya Administrative Action Techniques Of Organization and Management mengemukakan bahwa “Perencanaan adalah menentukan apa yang dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.
b.             Terry (1993 : 17)
menyatakan bahwa perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang digariskan. Perencanaan mencakup kegiatan pengambilan keputusan. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengadaka visualisasi dan melihat kedepan guna merumuskan suatu pola tindakan untuk masa mendatang.
c.             Banghart dan Trull, (1973)
mengemukakan bahwa perencanaan adalah awal dari semua proses yang rasional dan mengandung sifat optimisme yang didasarkan atas kepercayaan bahwa akan dapat mengatasi berbagai macam permasalahan.
d.                     Nana Sudjana (2000 : 61)
mengatakan bahwa perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang.
e.             Hadari Nawawi (1983 : 16 )
mengatakan bahwa perencanaan berarti menyusun langkah-langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu.
(Abdul Majid, dalam bukunya “Perencanaan  Pembelajaran, Mengembangkan         Standar Kompetensi Guru”, 2005. Halaman 15-16 )

Metode Pembelajaran Anak Usia Dini

Metode pembelajaran anak usia dini merupakan cara-cara atau teknik yang digunakan agar tujuan pembelajaran tercapai. Kalau model pembelajaran merupakan pendekatan umum dalam satu proses pembelajaran dan biasanya dalam satu proses pembelajaran menggunakan satu model, sedangkan metode adalah langkah teknisnya dan dapat menggunakan lebih dari satu metode disesuaikan dengan model pembelajaran yang digunakan serta kebutuhan anak ketika pembelajaran berlangsung.
Penggunaan metode pengajaran yang tepat dan sesuai dengan karakter anak akan dapat memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak. Secara teknis ada beberapa metode yang tepat untuk diterapkan pada anak usia dini, antara lain :
  1. Ceramah
  2. Bermain
  3. Bercerita
  4. Bernyanyi
  5. Bercakap ( dialog dengan tanya jawab )
  6. Karya wisata
  7. Praktik langsung
  8. Bermain peran ( sosio-drama )
  9. pemberian tugas
  10. Demonstrasi
  11. Eksperimen
  12. Diskusi
  13. Pemecahan masalah (problem solving)
  14. Latihan


Metode pembelajaran beserta Kelebihan dan  Kelemahan dari masing – masing mdel pembelajaran
     Berikut adalah beberapa analisis penulis terhadap beberapa metode pembelajaran     anak     usia dini.
1. Ceramah
                        Metode ceramah digunakan dalam proses pembelajaran, tidak terkecuali pada pendidikan anak usia dini. Adapun kelebihan metode ceramah adalah:
Kelebihan
Banyak materi dapat disampaikan pada proses pembelajaran.
Kekurangan
            Sifatnya hanya satu arah, sehingga tidak mendorong anak untuk aktif dan     kreatif.
2. Metode Bermain
            Menurut pendidik dan ahli psikologi, bermain merupakan pekerjaan masa kanak - kanak dan cermin pertumbuhan anak (Gorgon & Browne, 1985 : 266). Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kepuasan bagi diri sendiri. Melalui bermain anak memperoleh pembatasan dan memahami kehidupan. Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri, yang lebih ditekankan pada caranya daripada hasil yang diperoleh dari kegiatan itu ( Dworetsky, 1990 : 395). Kegiatan bermain dilaksanakan tidak serius dan fleksibel. Menurut Dearden (Hetherington & Parke, 1979 : 481) bermain merupakan kegiatan yang nonserius dan segalanya ada dalam kegiatan itu sendiri yang dapat memberikan kepuasan bagi anak. sedangkan menurut Hildebrand (1986 : 54) bermain berarti berlatih, mengeksploitasi, merekayasa, mengulang latihan apa pun yang dapat dilakukan untuk mentransformasi secara imajinatif hal – hal yang sama dengan dunia orang dewasa.
            Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan arti bermain merupakan bermacam bentuk kegiatan yang memberikan kepuasan pada diri anak yang bersifat nonserius, lentur, dan bahan mainan terkandung dalam kegiatan dan yang secara imajinatif ditranformasi sepada dengan dunia orang dewasa. Frank dan Theresea Caplan ( Hildebrand, 1986 : 55 – 56) mengemukakan ada enam belas nilai bermain bagi anak :
  1. Bermain membantu pertumbuhan anak
  2. Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela
  3. Bermain memberi kebebasan anak untuk bertindak
  4. Bermain memberikan dunia khayal yang dapat dikuasai
  5. Bermain mempunyai unsur berpetualang di dalamnya
  6. Bermain meletakkan dasar pengembangan bahasa
  7. Bermain mempunyai pengaruh yang unik dalam pembentukan hubungan antar pribadi
  8. Bermain memberikan kesempatan untuk menguasai diri secara fisik
  9. Bermain memperluas minat dan pemusatan perhatian
  10. Bermain merupakan cara anak untuk menyelidiki sesuatu
  11. Bermain merupakan cara anak mempelajari peran orang dewasa
  12. Bermain merupakan cara dinamis untuk belajar
  13. Bermain menjernihkan pertimbangan anak
  14. Bermain dapat distuktur secara akademis
  15. Bermain merupakan kekuatan hidup
  16. Bermain merupakan sesuatu yang esensial bagi kelestarian hidup manusia

Oleh karena itu begitu besar nilai bermain dalam kehidupan anak, maka pemanfaatan kegiatan bermain dalam pelaksanaan program kegiatan anak TK merupakan syarat mutlak yang sama sekali tidak bisa diabaikan. Bagi anak TK belajar adalah bermain dan bermain sambil beajar.  Bermain merupakan prinsip dasar pendidikan anak usia dini, sehingga wajar apabila bermain menjadi salah satu metode yang wajib dilakukan guru dalam pembelajaran anak usia dini.
Kelebihan metode bermain
Sesuai dengan tahap perkembangan anak yang membutuhkan wahana dalam mengembangkan semua aspek-aspek perkembangannya, baik perkembangan fisik, perkembangan kognitif maupun perkembangan emosionalnya.
Dapat mendorong minat anak untuk belajar, dengan bermain anak biasanya tidak menyadari bahwa ia sedang belajar sesuatu sebab yang menjadi focus utama mereka adalah ketertarikan terhadap bermainnya.
kelemahan metode bermain
Apabila metode ini dilakukan tanpa persiapan yang matang, maka ada kemungkinan tujuan-tujuan pembelajaran tidak tercapai secara maksimal sebab anak terlalu larut dalam proses bermain apalagi misalnya guru kurang memperhatikan tahapan-tahapan pembelajaran melalui metode ini.
Metode ini memerlukan strategi dan media pembelajaran yang disiapkan secara baik. Oleh karena itu ketersediaan media bermain merupakan syarat diterapkannya metode ini. Media di sini bukan saja berbentuk barang tetapi dapat berbentuk berbagai jenis permainan yang harus dikuasai guru agar pembelajaran berjalan dengan baik. Apabila guru tidak menyediakan media pembelajaran maka tujuan pembelajaran akan sulit tercapai.

3 Metode Bercerita
            Bercerita merupakan cara untuk meneruskan warisan budaya, dari satu generasi ke generasi berikutnya (Gordon & Browne, 1985 : 324). Bercerita juga dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai – nilai yang berlaku di masyarakat. Seorang pendongeng yang baik akan menjadikan cerita sebagai sesuatu yang menarik dan hidup. Keterlibatan anak terhadap dongeng yang diceritakan akan memberikan suasana yang segar, menarik, dan menjadi pengalaman yang unik bagi anak.
            Bercerita mempunyai makna penting bagi perkembangan anak TK karena melalui bercerita kita dapat :
  1. Mengkomunikasikan nilai – nilai budaya
  2. Mengkomunikasikan nilai – nilai sosial
  3. Mengkomunikasikan nilai – nilai keagamaan
  4. Menanamkan etos kerja, etos waktu, dan etos alam
  5. Membantu mengembangkan fantasi anak
  6. Membantu mengembangkan dimensi kognitif anak
  7. Membantu mengembangkan dimensi bahasa anak

Adapun teknik mendongeng antara lain : membaca langsung dari buku cerita, menggunakan ilustrasi suatu buku sambil meneruskan bercerita, menceritakan dongeng, bercerita dengan menggunakan papan flanel, bercerita dengan menggunakan boneka, bercerita melalui permainan peran, bercerita dari majalah bergambar, bercerita melalui filmstrip, cerita melalui lagu, cerita melalui rekaman audio. Adapun kelebihan dan kekurangan dari metode ini adalah:

4. Kelebihan metode bercerita :
Dapat meningkatkan motivasi anak untuk belajar, karena anak sangat            senang dengan cerita-cerita.
Sangat sesuai untuk pendidikan afektif (nilai), sebab metode ini dapat menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada anak melalui contoh-contoh dalam cerita sehingga mendorong anak untuk melakukan kebaikan tersebut, sekaligus menghindari perbuatan buruk yang digambarkan dalam cerita guru.
Tidak membutuhkan banyak alat dan media pembelajaran.
Kelemahannya metode bercerita :
            Dalam pembelajaran ini biasanya guru lebih dominan, sehingga peran aktif anak sedikit terbatas. Oleh karena itu, guru harus mampu mengkolaborasikan metode ini dengan metode-metode yang lainnya seperti tanya jawab dan bernyanyi.
            Guru dituntut untuk benar-benar menguasai teknik bercerita yang baik, sehingga anak tertarik dengan cerita yang dibawakannya sekaligus pesan yang ingin disampaikan akan diterima anak dengan baik.

5.         Metode Bernyanyi
            a.         Kelebihan metode bernyanyi antara lain:
                        1)         Dapat meningkatkan motivasi anak untuk belajar, anak-anak biasanya                                   sangat senang bernyanyi sehingga pembelajaran melalui metode                                            bernyanyi sangat disukai anak.
2)         Tidak membutuhkan media yang terlalu sulit didapat, metode ini                                           dapat dilakukan dengan tanpa music ataupun dengan music, dapat                               pula dengan     melihat gambar dalam VCD.
b.         Kelemahannya antara lain:
1)         Metode bernyanyi kalau dilakukan tanpa diikuti metode-metode                                lainnya, maka tujuan pembelajaran yang dicapai sedikit terbatas,                             misalnya hanya mengembangkan kecerdasan music saja.

Metode Bercakap - cakap  ( dialog dengan tanya jawab )
            Bercakap – cakap berarti saling mengkomunikasikan pikiran dan perasaan secara verbal (Hildebrand, 1986 : 297 ) atau mewujudkan kemampuan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif. Bercakap – cakap dapat pula diartikan sebagai dialog atau sebagai perwujudan bahasa reseptif dan ekspresif dalam situasi (Gordon & Brown, 1985 : 314)
            Bercakap – cakap mempunyai makna penting bagi perkembangan anak Taman Kanak – kanak karena bercakap – cakap dapat meningkatkan ketrampilan dlam melakukan kegiatan bersama. Juga meningkatkan ketrampilan menyatakan perasaan, serta menyatakan gagasan atau pendapat secara verbal. Oleh karena itu, penggunaan metode bercakap – cakap bagi anak TK terutama akan membantu perkembangan dimensi sosial, emosional dan kognitif, dan terutama bahasa. Dalam metode ini terkandung beberapa kelebihan dan kekurangan yaitu:
Kelebihan
Anak didorong untuk lebih aktif dalam menjawab dan bertanya, sehingga dapat merangsang kemampuan berfikirnya.
Guru dapat mengetahui perkembangan setiap anak, karena guru dapat langsung menilai kemampuan anak dalam menjawab atau bertanya. Sehingga guru dapat melakukan diagnose dan rencana tindak lanjutnya
Kelemahannya antara lain:
Biasanya hanya anak-anak yang aktif dan mempunyai kecerdasan yang lebih baik saja yang mampu menjawab dan bertanya. Dalam hal ini guru harus mampu mengelola pembelajaran melalui metode Tanya jawab dengan baik, sehingga setiap siswa mempunyai kesempatan untuk menjawab dan bertanya.

6. Metode Karya wisata
                        Bagi anak TK karyawisata berarti memperoleh kesempatan unuk mengobservasi, memperoleh informasi, atau mengkaji segala sesuatu secara langsung (Hildebrand, 1986 : 422). Karyawisata juga berarti membawa anak TK ke objek – objek tertentu sebagai pengayaan pengajaran, pemberian pengalaman belajar yang tidak mungkin diperoleh anak didalam kelas (Welton & Mallon, 1981 : 414), dan juga memberi kesempatan anak untuk mengobservasi dan mengalami sendiri dari dekat (Foster & Headley’s, 1959 : 149). Berkaryawisata mempunyai makna penting bagi perkembangan anak karena dapat membangkitkan minat anak kepada suatu hal, memperluas perolehan informasi. Juga memperkaya lingkup program kegiatan belajar anak TK yang tidak mungkin dihadirkan di kelas : seperti melihat bermacam hewan, mengamati proses pertumbuhan, tempat – tempat khusus dan pengelolaanya, bermacam kegiatan tranportasi, lembaga sosial dan budaya. Jadi dari karyawisata anak dapat belajar dari pengalaman sendiri, dan sekaligus anak dapat melakukan generalisasi berdasarkan sudut pandang mereka. Biasanya metode karya wisata dilakukan dalam satu dua kali kegiatan dalam satu semester. Adapun Kelebihan dan kekurangan metode ini adalah:
Kelebihan
Siswa dapat berinteraksi langsung dengan lingkungannya, sehingga proses pembelajaran lebih bermakna bagi anak. Misalnya kunjungan ke panti asuhan, pasar, bank, dan lainnya.
Sesuai dengan pendekatan pembelajaran yang mendekatkan anak dengan lingkungan sekitarnya, yaitu pendekatan belajar CTL (Contextual Teaching and Learning).
Kelemahannya ialah :
Unsur rekreasi biasanya lebih dominan sehingga proses belajarnya    tersisihkan.
Memerlukan biaya, sehingga memberatkan orang tua anak.
Tempat karya wisata biasanya tempat-tempat yang nilai edukatifnya kurang, seperti water boom, kolam renang, dan lainnya. Jarang karya wisata ke tempat-tempat yang mampu meningkatkan kepedulian social anak, misalnya ke perkampungan kumuh, panti asuhan dan lainnya.

7. Praktik langsung
Kelebihan metode praktik langsung adalah:
            Pembelajaran lebih bermakna sebab anak secara langsung dapat        mempelajari dan memecahkan masalah secara langsung
Metode ini sangat sesuai dengan model pembelajaran konstruktivisme yang sedang dikembangkan dalam pembelajaran saat ini, yaitu merangsang anak untuk berfikir dalam memecahkan masalah.
Kelemahannya adalah:
Kadang membutuhkan biaya yang cukup besar, khususnya dalam     praktek langsung terhadap alat-alat tertentu.
Tanpa bimbingan secara baik, biasanya ada anak-anak yang mengalami       kesulitan dan tidak mendapatkan bimbingan dengan       benar dari gurunya.

Bermain peran (sosio-drama)
            a.         Kelebihan metode bermain peran adalah:
                        1)         Anak dapat menghayati peran yang ia lakukan, sehingga anak dapat                          mengambil nilai baik dan buruk dari peran-peran tersebut.
2)         Mendorong motivasi belajar anak, karena bermain peran merupakan                                     metode pembelajaran yang lebih terbuka terhadap improvisasi-                                              improvisasi anak sehingga mendorong kreativitas anak.
b.         Kelemahan metode bermain peran adalah:
1)         Memerlukan waktu yang banyak, karena anak tidak akan langsung                memahami peran yang akan dilakukannya.
2)         Memerlukan kesabaran dan ketekukan guru dalam membimbing anak                       melakukan metode bermain peran.

8. Pemberian tugas
            Pemberian tugas merupakan pekerjaan tertentu yang dengan sengaja harus dikerjakan oleh anak yang mendapat tugas. Di Taman Kanak – kanak tugas diberikan dalam bentuk kesempatan melaksanakan kegiatan sesuai dengan petunjuk langsung guru. Dengan pemberian tugas, anak dapat melaksanakan kegiatan secara nyata dn menyelesaikannya sampai tuntas. Tugas dapat diberikan secara kelompok atau perorangan (Kurikulum Taman Kanak –kanak, 1986 : 10). Pemberian tugas mempunyai makna penting bagi anak TK antara lain :
Pemberian tugas secara lisan akan memberi kesempatan pada anak untuk      melatih persepsi pendengaran mereka. Jadi meningkatkan kemampuan      bahasa anak.
Pemberian tugas melatih anak untuk memusatkan perhatian dalam jangka      waktu tertentu.
Pemberian tugas dapat membangun motivasi anak.
            Pemberian tugas merupakan slah satu metode pengajaran yang memungkinkan anak untuk mengembangkan kemampuan bahasa reseptif : kemampuan mendengar dan menangkap arti : kemampuan kognitif : memperhatikan, kemampuan bekerja sampai tuntas. Adapun kelebihan dan kekurangan dri metode ini ialah
Kelebihannya :
Dengan metode penugasan, terutama tugas di rumah, anak lebih terdorong    untuk belajar di rumah.
Dengan adanya tugas di rumah, aktivitas anak akan lebih positif.
Kelemahannya :
Kadang kalau tugas itu terlalu banyak akan memberikan beban untuk            anak     dan mengurangi jam bermainnya.

9. Demonstrasi
            Demonstrasi berati menunjukkan, mengerjakan, dan menjelaskan. Jadi dalam demontrasi kita menunjukkan dan menjelaskan cara – cara mengerjakan sesuatu. Melalui demonstrasi diharapkan anak dapat mengenal langkah – langkah pelaksanaan. Demonstrasi mempunyai makna penting bag anak TK antara lain :
Dapat memperlihatkan  secara konkret apa yang dilakukan dan dilaksanakan  / memperagakan
Dapat mengkomunikasikan gagasan, konsep, prinsip dengan peragaan.
Membantu mengembangkan kemampuan mengamati secara teliti dan cermat
Membantu mengembangkan kemampuan untuk melakukan segala pekerjaan secara teliti, cermat, dan tepat
Membantu mengembangkan kemampuan peniruan dan pengenalan secara tepat
Adapun kelebihan dan kekurangan dari metode ini :
Kelebihan metode ini adalah:
Anak melihat dan mengalami langsung proses terjadinya sesuatu atau            proses membuat sesuatu
Kekurangannya adalah :
1)         Membutuhkan alat-alat yang dibutuhkan dalam mendemonstrasikan pembuatan sesuatu.

10. Eksperimen
Kelebihan metode ini adalah :
Anak dapat meelakukan secara langsung apa yang dia pelajari, contohnya melakukan pembuatan sesuatu.
Kekurangannya adalah :
Metode ini juga cenderung membutuhkan alat-alat yang dalam eksperimen.
Selain itu, guru harus benar-benar memperhatikan setiap anak dalam melakukan eksperimennya.

11. Diskusi
Kelebihan metode ini adalah:
Anak dapat bertukar pendapat dengan temannya mengenai apa yang ia pelajari.
Mendorong anak untuk bersosialisasi dan mengembangkan aspek-aspek sosialnya.
Kekurangannya adalah :
Kadang anak tidak focus pada apa yang ia pelajarinya, seringkali                               mereka sibuk dengan dirinya sendiri atau diluar tugasnya.

Pemecahan masalah (proyek)
Metode proyek adalah salah satu metode yang digunakan untuk melatih kemampuan anak untuk memecahka masalah yang dialami anak dalam kehidupan sehari – hari. Cara ini juga dapat menggerakkan anak untuk melakukan kerja sama sepenuh hati. Kerja sama dilaksanakan secara terpadu untuk mencapai tujuan bersama. Kegiatan proyek mempunyai makna penting bagi anak TK antara lain :
Berkaitan dengan kehidupan anak sehari – hari yang dapat dihubungkan satu dengan yang lain dan dipadukan menjadi suatu hal yang menarik bagi anak, selain juga bersifat fleksibel (Hidebrand, 1986 : 380)
Di dalam kegiatan bersama, anak belajar mengatur diri sendiri untuk bekerja sama dengan teman dalam memecahkan suatu masalah.
Dalam kegiatan proyek, pengalaman akan sangat bermakna bagi anak. misalnya pengalaman siswa dalam melipat kertas akan menjadi sangat bermakna untuk membuat hiasan dinding dalam rangka menyiapkan ruangan untuk suatu pesta
Kegiatan proyek punya dampak dalam pengembangan etos kerja, etos waktu, dan etos lingkungan
Berlatih untuk berprakarsa dan bertanggung jawab
Berlatih menyelesaikan tugas yang harus diselesaikan secara bebas dan kreatif
            Oleh karena itu, metode proyek merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam pemecahan masalah yang mempunyai nilai praktis yang sangat penting bagi pengembangan pribadi anak. metode proyek merupakan salah satu dari metode yang cocok bagi pengembangan terutama dimensi kognitif, sosial, motorik, kreatif, dan emosional anak TK. Kelebuhan dan kekurangan ari metode ini antara lain :
Kelebihan metode ini :
Anak dirangsang untuk mempunyai kemampuan dalam memecahkan            masalah yang ia hadapi.
Kekurangannya adalah :
Seringkali anak tidak memahami langkah-langkah sehingga masalah tidak    berhasil  dipecahkan.

Latihan
Kelebihan metode latihan   :
Anak dapat melatih kemampuannya dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, biasanya latihan dilakukan berulang-ulang sampai anak menguasai materi latihan tersebut.
Kekurangannya :
Kadang anak menjadi bosan, apalagi anak-anak yang berbakat dan    cerdas.
Latihan yang dilakukan berulang-ulang akan membuatnya bosan dan            frustasi.

A.           EVALUASI PEMBELAJARAN DAN PENIALAIAN
          Beberapa hal yang berkenaan dengan evaluasi pembelajaran dan penilaian di TK, disajikan sebagai berikut :

1.             Silabus
a.      Pengertian
1)             Salim (1987:98),
Silabus dapat didefinisikan sebagai garis besar, ringkasan, ikhtisar, pokok-pokok    isi atau materi pelajaran.
2)             Yulaelawati (2004:123)
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan         pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat    komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan          kompetensi dasar.
         (Abdul Majid, dalam bukunya “Perencanaan  Pembelajaran,        Mengembangkan Standar Kompetensi Guru”, 2005. Halaman 38-39 )
3)             Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan kegiatan pembelajaran pengelolaan kelas, serta penilaian dan proses capaian perkembangan. Silabus harus disusun secara sistematis dan berisikan komponen-komponen yang saling berkaitan untuk memenuhi target pencapaian bidang pengembangan pembentukan prilaku dan kemampuan dasar.
(Menurut Kurikulum TK “PEDOMAN PENGEMBANGAN SILABUS DI TK” oleh Kementrian Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Manajemen pendidikan, Direktorat Pembinaan TK dan SD Tahun 2010. Halaman 2)
                   
b.                    Isi silabus
          Seperangkat rencana dan pengaturan kegiatan pembelajaran berupa : Perencanaan semester, Rencana Kegiatan Mingguan (RKM), Rencana Kegiatan Harian (RKH)
1)             Rencana pengelolaan kelas berupa : Rencana penataan lingkungan pembelajaran, Rencana kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
2)             Rencana penilaian berupa: rencana bentuk dan teknik penilaian yang akan             digunakan.
(menurut kurikulum tk “pedoman pengembangan silabus di tk” oleh kementrian pendidikan nasional, direktorat jenderal manajemen pendidikan, direktorat pembinaan tk dan sd tahun 2010. halaman 2-3).

c.                     Komponen yang perlu dipahami guru sebelum menyusun silabus
1)             Bidang pengembangan, mencakup bidang pengembangan perilaku                         (meliputi : nilai-nilai agama dan moral, sosial emosional) dan bidang                      pengembangan kemampuan dasar (meliputi : berbahasa, kognitif dan                      fisik)
2)             Tingkat Pencapaian Perkembangan, merupakan aktualisasi potensi semua aspek perkembangan yang diharapkan dapat dicapai anak didik pada setiap tahap perkembangannya dalam bidang pengembangan tertentu, bukan merupakan suatu tingkat pencapaian kecakapan akademik
3)             Capaian Perkembangan, merupakan pernyataan perkembangan actual yang dicapai oleh peserta didik dari suatu tahapan pengalaman belajar dalam satu capaian perkembangan pada aspek bidang pengembangan tertentu. Semua capaian perkembangan terkait dengan aspek fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional yang mengacu pada keunikan, usia dan lingkungan sosial budaya anak.
4)             Indikator, merupakan penanda perkembangan yang lebih spesifik dn terukur dalam satu potensi perkembangan anak untuk menilai ketercapaian perkembangan. Apabila serangkaian indicator dalam satu capaian perkembangan sudah tercapai, berarti aktualisasi potensi perkembangan telah tercapai.
(menurut kurikulum tk “pedoman pengembangan silabus di tk” oleh kementrian pendidikan nasional, direktorat jenderal manajemen pendidikan, direktorat pembinaan tk dan sd tahun 2010. halaman 3-4)

d.            Ruang lingkup silabus
a.              Perencanaan semester
b.             Perencanaan mingguan
c.              Perencanaan harian
(menurut kurikulum tk “pedoman pengembangan silabus di tk” oleh kementrian pendidikan nasional, direktorat jenderal manajemen pendidikan, direktorat pembinaan tk dan sd tahun 2010. halaman 4)
e.                     Tujuan silabus
          Di Taman Kanak – kanak, silabus pembelajaran dituangkan dalam bentuk perencanaan semester, perencanaan mingguan, dan perencanaan harian. Tujuan pengembangan pedoman silabus TK adalah sebagai berikut:
1)      Sebagai acuan bagi guru dalam mengembangkan silabus Taman         kanak  -kanak
2)      Sebagai acuan bagi tenaga kependidikan lainnya dalam merencanakan          dan melaksanakan pembinaan kepada guru dalam mengembangkan         silabus Taman Kanak – Kanak.
    (Zainal Aqib, dalam bukunya “Belajar dan Pembelajaran di Taman        Kanak – kanak”, 2009. Halaman 55-56 )


2.             Standar Kompetensi
         Standar kompetensi merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh anak didik dalam suatu bidang pengembangan. Standar kompetensi yang diharapkan pada pendidikan TK adalah tercapainya tugas – tugas perkembangan secara optimal sesuai dengan standar yang telah dirumuskan. Aspek – aspek perkembangan yang diharapkan dicapai meliputi aspek moral dan nilai – nilai agama, sosial, emosional, dan kemandirian, berbahasa, kognitif, fisik / motorik, dan seni.

3.             Kompetensi  Dasar
         Kompetensi dasar merupakan pernyataan yang diharapkan dapat diketahui, disikapi, dan dilakukan oleh anak didik. Penempatan komponen kompetensi dasar dalam program semester sangat penting. Hal ini berguna untuk mengingatkan para guru seberapa jauh tuntutan target kompetensi yang harus dicapaianya.

4.             Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan pernyataan kemampuan anak didik yang diharapkan dalam menguasai sebagian atau seluruh kompetensi yang dimaksud. Hasil belajar juga merupakan hasil kegiatan setelah anak didik mengalami pembelajaran dalam kompetensi tertentu.

5.             Indikator
Indikator merupakan kompetensi dasar yang lebih spesifik yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran. Apabila serangkaian indikator dalam kompetensi dasar sudah dapat dicapai oleh anak didik, berarti target kompetensi dasar tersebut telah terpenuhi.

6.             Penilaian
         Penilaian adalah suatu usaha mengumpulkan dan menafsirkan berbagai informasi secara sistematis, berkala, berkelanjutan, menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan serta perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui kegiatan pembelajaran.
a.       Tujuan penilaian
   Tujuan penilaian adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan       yang telah dicapai oleh anak didik selama mengikuti pendidikan.
b.      Fungsi penilaian
   Fungsi penialaian adalah sebagai berikut :
1)                       Memberikan umpan balik kepada guru untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran.
2)                       Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan kegiatan bimbingan terhadap anak didik agar fisik maupun psikisnya dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
3)                       Sebagai bahan pertimbangan bag guru untuk menempatkan anak dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
4)                       Memberikan informasi kepada orang tua tentang pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak sebagai bentuk pertanggung jawaban sekolah
5)                       Sebagai informasi baru orang tua untuk melaksanakan pendidikan keluarga yang sesuai dan terpadu dengan upaya sekolah.
6)                       Sebagai bahan masukan bagi berbagai pihak dalam rangka pembinaan selanjutnya terhadap anak didik.
7)                       Sebagai bahan masukan bagi berbagai pihak dalam rangka pembinaan selanjutnya terhadap anak didik.
c.       Ruang lingkup penilaian
             Penilaian mencakup dua bidang pengembangan, sebagai berikut :
1)             Bidang pengembangan pembiasaan meliputi nilai – nilai agama,     moral, sosial – emosional dan kemandirian
2)             Bidang pengembangan kemampuan dasar meliputi kemampuan      berbahasa, kognitif, fisik motorik, dan seni.
d.      Prinsip – Prinsip Penilaian
1)             Sistematis
             Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram dengan baik.
2)             Menyeluruh
       Penilaian mencakup semua aspek perkembangan anak, baik moral dan nilai – nilai agama, sosial- emosional, kemandirian, kognitif, fisik, motorik, seni, dan bahasa
3)             Berkesinambungan
Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap dan terus- menerus untuk memperoleh gambaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak didik.
4)             Objektif
       Penilaian dilaksanakan terhadap semua aspek perkembangan          sebagaimana adanya.
5)             Mendidik
Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi, mengembangkan, dan membina anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal.
6)             Kebermaknaan
       Hasil penilaian harus bermanfaat bagi guru, orang tua, dan anak didik.
7)             Valit
       Mampu mengukur pencapaian kompetensi da perkembangan belajar          anak
8)             Terbuka
       Kriteria, proses, dan hasil penilaian hendaknya terbuka bagi semua            yang berkepetingan.

e.                     Teknik Penilaian
1)                       Penugasan
Pemberian tugas adalah suatu cara penilaian yang dilakukan dengan memberikan tugas-tugas tertentu sesuai kemampuan yang akan diungkap. Penilaian dengan cara ini dapat digunakan dengan cara melihat hasil kerja anak dan cara anak mengerjakan tugas tersebut.  Metode Resitasi        (Penugasan) adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan           tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Tugas yang di            laksanakan oleh siswa dapat di lakukan didalam kelas, dihalaman sekolah, asal tugas itu dapat dikerjakan. Metode ini diberikan karena dirasakan  bahan pelajaran terlalu banyak, sementara waktu sedikit. Artinya banyaknya bahan yang tersedia dengan waktu kurang seimbang. Agar bahan pelajaran selesai sesuai batas waktu yang di tentukan,.
a)             Tujuan dari penugasan yaitu :
(1)          Untuk memberikan kesempatan pada anak melaksanakan        tugas yang telah disiapkan oleh guru.
(2)          Untuk menumbuhkan proses pembelajaran yang           eksploratif.
(3)          Untuk mendorong perilaku kreatif.
(4)          Untuk membiasakan berpikir komprehensif.
(5)          Untuk memupuk kemandirian dalam proses pembelajaran.

b)             Manfaat penugasan yaitu :
(1)          Menumbuhkan kebiasaan belajar secara mandiri dalam             lingkungan bersama (kolektif) maupun sendiri
(2)          Melatih cara mencari informasi secara langsung dari sumber    belajar yang terdapat di lingkungan sekolah, rumah dan masyarakat.
(3)          Menumbuhkan suasana pembelajaran yang menggairahkan      (rekreatif)
2)             Osbservasi  
Menurut Sudijono (2009) observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. Observasi atau pengamatan merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati perilaku dan aktivitas anak dalam suatu waktu atau kegiatan. Pengamatan dilakukan dengan dilengkapi alat rekam. Alat rekam data yang dimaksud antara lain anekdot, daftar cek, dan skala penilaian.  Observasi merupakan pengamatan langsung terhadap berbagai peristiwa yang terjadi pada anak. Aspek yang diobservasi serta hasilnya bervariasi, tergantung pada tujuan penilaian.  Observasi atau pengamatan juga merupakan proses pengumpulan data dengan menggunakan alat indera. Data direkam perlu segera dicatat. Dalam rangka penilaian, observasi dilakukan dengan bantuan perekaman atau pencatatan secara sitematik gejala-gejala tingkah laku yang tampak. Pada dasarnya, pengamatan dapat dilakukan setiap waktu dan oleh siapa saja, sehingga ada orang yang menyatakan bahwa pengamatan teknik penilaian yang sederhana tidak memerlukan keahlian yang luar biasa. Akan tetapi, untuk memperoleh hasil objektif (tepat) pengamatan perlu direncanakan sedemikian rupa.
a)             Tujuan utama observasi antara lain :
(1)          Mengumpulkan data dan inforamsi mengenai suatu fenomena, baik yang berupa peristiwa maupun tindakan, baik dalam situasi yang sesungguhnya maupun dalam situasi buatan
(2)          Menilai tingkah laku individu atau proses yang tejadi dalam situasi sebenarnya maupun situasi yang sengaja dibuat.
(3)          Untuk mencatat hal-hal, perilaku pertumbuhan, dan sebagainya pada waktu kejadian itu berlangsung atau sewaktu perilaku itu terjadi.
(4)          Untuk memperoleh data dari subjek secara langsung, baik yang dapat berkomunikasi secara verbal ataupun tidak.

b)            Manfaat Observasi
                      Manfaat Menurut Diah(1996) pengamatan dapat digunakan untuk :
(1)          Mempelajari gejala-gejala, sifat-sifat, sikap, tingkah laku,                     dan perkembangan kemampuan anak untuk mengenal                            pribadi anak
(2)          Untuk melihat perkembangan jasmani, intelektual,                               emosional, dan sosial untuk menentukan langkah lebih              lanjut kegiatan yang diperlukan oleh anak

                                                Manfaat observasi yaitu:
(1)          Dapat mengetahui tahap perkembangan anak didik
(2)          Untuk mengetahui kemandirian anak dalam mengerjakan                    tugas
(3)          Mendapat data tentang perilaku yg mencolok pada anak
(4)          Melengkapi atau memperoleh data sebagai bukti atau                           rechecking data sebelumnya atau sesuai dengan                                     kebutuhan
(5)          Evaluasi setelah pemberian perlakuan/intervensi
3)      Pencatatan Anekdot
Catatan anekdot merupakan salah satu bentuk pencatatan (kumpulan catatan) tentang gejala tingkah laku yang berkaitan dengan sikap dan prilaku anak yang khusus baik yang positif, maupun negatif.  Catatan anekdot adalah cara pengumpulan data melalui pengamatan langsung tentang sikap dan perilaku anak yang muncul secara tiba-tiba (peristiwa yang terjadi secara insidental).  Catatan kejadian khusus (anekdot) yaitu catatan perkembangan anak yang dibuat oleh pendidik pada saat anak menunjukkan perkembangan penting saat bermain baik positif maupun negatif, yang dimunculkan anak pada waktu bermain. Yang dimaksud dengan perkembangan penting yang dimunculkan anak saat bermain adalah kejadian-kejadian yang muncul di luar kebiasaan anak baik kejadian yang menunjukkan peningkatan perkembangan anak maupun kejadian yang memerlukan perhatian khusus.
a)             Contoh kejadian khusus antara lain :
(1)          Anak yang biasanya pendiam menjadi periang
(2)          Anak yang biasanya pemurung tiba-tiba menjadi ceria
(3)          Anak yang biasanya riang tiba-tiba menjadi pendiam, dan                   sebagainya
b)             Tujuan Pencatatan Anekdot
                    Tujuan dari sebuah pencatatan anekdot pada teknik     penilaian yaitu:
(1)          Mencatat apa saja tentang apa yang dilihatnya tanpa                            dibatasi hanya             satu         macam perilaku khusus
(2)          Menangkap hal – hal yang tidak terduga pada saat                               pencatatan dilakukan setelah pembelajaran usai
(3)          Mencatat tingkah laku khusus atau yang berbeda dari                          sebelumnya pada anak
(4)          Mengetahui prestasi yang ditunjukkan anak baik berupa                      karya atau sikap              dan perilaku.
c)             Manfaat Pencatatan Anekdot
                                                         Manfaat pencatatan anekdot, diantaranya yaitu:
a)             Dapat mengetahui hal – hal positif dan negatif perilaku           sosial anak
b)             Mengetahui informasi tentang penyakit yang diderita anak      yang memerlukan penanganan khusus
c)             Dapat digunakan oleh guru untuk menceritakan secara             kronologis suatu kejadian yang dialami anak yang harus           diketahui oleh orang tua
4)             Unjuk Kerja
          Daniel (1998:1) mendefinisikan penilaian unjuk kerja sebagai berikut “Performance assessment means any assesment of student learning that requires the evalution of student writing, product, or behavior. That is, it includes all assessment with the exception of multiple choice, matching, true / false testing, or problems with a single correct answer”.  Penilaian kinerja berarti setiap assesment belajar siswa yang membutuhkan ini baik evaluasi penulisan siswa, produk, atau perilaku. Artinya, itu mencakup semua penilaian dengan pengecualian pilihan ganda, pencocokan, benar / salah pengujian, atau masalah dengan jawaban yang benar ".
          Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Teknik penilaian unjuk kerja cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta     didik melakukan tugas tertentu. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.
a)             Tujuan dari unjuk kerja yaitu:
(1)          Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang dimiliki                   anak
(2)          Untuk mengetahui hasil kreatifitas siswa dalam                            mengerjakan tugas
b)             Manfaat Unjuk Kerja 
(1)          Mengembangkan kreatifitas anak
(2)          Meningkatkan daya imajinasi anak
(3)          Memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar peserta         didik melalui karyanya
5)             Diskusi (Percakapan)
          Percakapan adalah penilaian yang dilakukan melalui percakapan atau cerita antara anak dengan guru atau antara anak dengan anak. Percakapan dalam rangka penilaian dapat dilakukan guru dengan sengaja dan topik yang dibicarakan juga sesuai dengan tema kegiatan pelaksanaan program pada saat itu.  Percakapan atau diskusi adalah dialog antara dua orang atau lebih. Membangun komunikasi melalui bahasa lisan (melalui telepon, misalnya) dan tulisan (di chat room). Percakapan ini bersifat interaktif yaitu komunsikasi secara spontan antara dua atau lebih orang.
a)             Percakapan ada dua macam yaitu :
(1)          Penilaian percakapan yang berstruktur
          Percakapan dilakukan denga sengaja oleh guru dengan menggunakan waktu khusus dan menggunakan pedoman waktu walalu sederhana. Dalam           percakapan ini guru dengan sengaja menilai sejauh mana pemahaman anak           untuk kemampuan tertentu. Contohnya :
(a)           Berdo’a
(b)          Bernyanyi
(c)           Menceritakan tentang percobaan yang telah                                                          dilakukan
(d)          Menyebutkan sebanyak-banyakanya nama benda                                                  yang mempunyai sifat tertentu
(e)           Menyatakan rasa
(2)          Penialaian percakapan yang tidak berstruktur
Percakapan yang dilakukan antara guru dan anak tanpa persiapan, dimana saja, kapan saja dan sedang melakukan kegiatan lain. Biasanya dilakukan saat jam istirahat atau saat sedang menunggui anak mengerjakan tugas. Cara penilaian ini dilakukan apabila guru ingin melihat kemampuan anak bercakap-cakap secara bebas dan luas.  Contohnya :
(a)           Mengucapkan salam saat bertemu
(b)          Berdo’a sebelum dan sedudah memulai kagiatan.
(c)           Mengenalkan identitas diri.
(d)          Menggunakan dan menjawab pertanyaan apa,                             mengapa,           dimana, berapa, dan bagaimana.
(e)           Bercerita tentang kejadian disekitarnya.
(3)          Diskusi bertujuan untuk:
(a)           Untuk berinteraksi antara kumunikan dan komunikator untuk    saling       memberikan kontribusi dalam sebuah komunikasi baik secara lisan maupun tulisan, tidak seperti monolog.
(b)          Diskusi atau percakapan sama halnya dengan berbicara dengan dua orang atau lebih. Tetapi di saat yang sama, masing-masing       komunikator dan komunikan memiliki giliran dan kesempatan  untuk berbicara dan yang lainnya mendengar.
(c)           Untuk mengekspresikan pandangan antara komunikator dan      komunikan saat berdialog.
(4)          Manfaat Diskusi
(a)           Mengajak berdialog anak, agar anak merasa dirinya            diperhatikan dan untuk membangun rasa percaya                diri anak.
(b)          Mengembangkan kecakapan dan keberanian anak                       dalam menyampaikan pendapatnya kepada guru,                   teman dan orang         lain.
(c)           Memberikan kesempatan kepada anak utuk                                 berekspresi secara lisan.
(d)          Mengembangkan pola fikir anak dalam bentuk lisan                   kepada orang lain.
(e)           Memperbaiki lafal dan ucapan anak agar lebih                             lancar.
(f)           Menambahkan perbendaharaan kosa kata anak.
6)             Portofolio
                    Paulson (191: 60) mendefinisikan portofolio sebagai kumpulan pekerjaan siswa yang menunjukkan usaha, perkembangan dan kecakapan mereka dalam satu      bidang atau lebih. Kumpulan ini harus mencakup partisipasi siswa dalam seleksi         isi,kriteria seleksi, kriteria penilaian dan bukti refleksi diri.  Menurut Gronlund (1998: 159), portofolio mencakup berbagai contoh pekerjaan siswa yang tergantung pada keluasan tujuan. Apa yang harus tersurat, tergantung pada subjek dan tujuan penggunaan portofolio. Contoh pekerjaan siswa ini memberikan dasar bagi pertimbangan kemajuan belajarnya dan dapat dikomunikasikan kepada siswa, orang tua serta pihak lain yang berkepentingan.  Menurut Popham (1999) Portofolio adalah pengumpulan pekerjaan seseorang secara sistematik. Berarti dengan portofolio guru dapat mengoleksi karya seseorang berdasarkan aturan tertentu.
                    Dalam bidang pendidikan, portofolio berarti pengumpulan koleksi karya anak selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Karya tersebut meliputi karya berbagai hal dalam pembelajaran. Aturan pengumpulannya atau pengkoleksiaannya dapat ditetapkan guru sendiri. Misalnya, dari segi waktu selama satu semester, setiap dimensi perkembangan dan lainnya.  Cizek (2000) mengemukakan portofolio adalah pengumpulan informasi tingkat tinggi yang berkenaan dengan kemajuan belajar anak sehingga guru dapat lebih cermat menilai murid dan penilaian lebih erat kaitannya dengan pembelajaran. Secara umum, portofolio merupakan kumpulan hasil karya siswa atau catatan mengenai siswa yang didokumentasikan secara baik dan teratur. Portofolio dapat berbentuk tugas-tugas yang dikerjakan siswa, jawaban siswa atas pertanyaan guru, catatan hasil observasi guru, catatan hasil wawancara guru dengan siswa, laporan kegiatan siswa dan karangan atau jurnal yang dibuat siswa.
a)             Tujuan Portofolio
          Penilaian portofolio bertujuan sebagai alat formatif maupun sumatif. Portofolio sebagai alat penilaian formatif digunakan untuk memantau kemajuan peserta didik belajar dari hari ke hari sekaligus mendeteksi kemungkinan kesulitan belajar. Sedangkan penilaian sumatif dapat dilakukan melalui portofolio. Hasil yang diperoleh dapat di konversi kedalam bentuk huruf dan angka untuk dimasukkan kedalam raport sebagai laporan perkembangan belajar peserta didik. Laporan perkembangan belajar peserta didik yang dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari penilaian portofolio dapat didukung oleh data yang akurat. Data yang dimaksud dalam bentuk fakta-fakta yang ada dalam portofolio.  Selain manfaat, portofolio juga memiliki tujuan, yaitu:  Portofolio dalam penilaian dapat digunakan untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu:
(1)          Mendokumentasikan proses pembelajaran yang                                  berlangsung.
(2)          Bertukar informasi dengan orang tua/ wali peserta didik                      dan guru lain.
(3)          Kemajuan siswa dapat terlihat jelas.
(4)          Membandingkan pekerjaan sekarang dengan pekerjaan                        yang lalu memberikan motivasi yang lebih besar daripada                membandingkan dengan milik orang lain.
(5)          Menjadi alat komunikasi yang jelas tentang kemajuan belajar siswa bagi dirinya, orang tua, atau lainnya. Pada hakikatnya tujuan penilaian portofolio adalah untuk memberikan informasi kepada orang tua tentang perkembangan peserta didik secara lengakap dengan dukungan data dan dokumen yang akurat. Rapor merupakan bentuk laporan prestasi peserta didik dalam belajar dalm kurun waktu tertentu. Portofolio merupakan lampiran dari rapor,dengan demikian rapor tetap harus dibuat.
(6)          Menghargai perkembangan yang dialami peserta didik,
(7)          Mendokumentasikan proses pembeljaran yang berlangsung,
(8)          Memberi perhatian pada prestasi kerja peserta didik yang        terbaik,
(9)          Apresiasi pada prestasi kerja siswa yang terbaik
b)             Manfaat Portofolio
             Depdiknas (2003 : 123) mengemukakan bahwa pendekatan             penilaian           portofolio           dapat digunakan untuk :
(1)          Memperlihatkan perkembangan pemikiran atau                                     pemehaman siswa pada periode waktu tertentu.
(2)          Menunjukkan suatu pemahaman dari beberapa konsep ,                       topic dan isu yang diberikan
(3)          Mendemonstrasikan perbedaan bakat misalnya, melihat                       kemampuan menulis, perbedaan kemampuan mendengar                   dsb.
f.              Prosedur Penilaian
a.              Guru melaksanakan penilaian dengan mengacu pada kemampuan (indikator) yang hendak di capai dalam satu satuan kegiatan yang direncanakan dalam tahapan waktu tertentu dengan memperhatikan prinsip penilaian yang telah ditentukan. Penilaian dilakukan seiring dengan kegiatan pembelajaran. Guru tidak secara khusus melaksanakan penilaian, tetapi juga ketika pembelajaran dan kegiatan bermain berlangsung, guru dapat sekaligus melaksanakan penilaian. Dalam pelaksanaan penilaian sehari – hari, guru dapat menilai kemampuan (indikator) yang hendak dicapai seperti yang telah di programkan dalam satuan kegiatan harian (SKH).
b.             Hal – hal yang perlu di catat oleh guru sebagai bahan penilaian harian adalah sebagai berikut :
1)      Nama anak yang telah mencapai indikator tertentu yang tidak diharapkan di SKH. Catatan ini terdapat pada SKH saai itu.
2)      Nama anak yang belum dan telah mencapai indikator yang       diharapkan dalam SKH
3)      Kebiasaan perilaku anak yang belum sesuai dengan yang          diharapkan
4)      Kejadian atau peristiwa yang penting dan terjadi pada hari itu.
c.        

B.            Alat Permaianan Edukatif (APE)
          Alat bermain yang kreatif dan menyenangkan yaitu berupa alat permaianan edukatif. Menurur bina keluarga dan balita, yang dimaksud dengan alat permaianan edukatif adalah alat bermain yang dapat melakukan kegiatan rangsangan dan dorongan memperlancar perkembangan kemampuan anak.
1.             Jenis Alat Permaianan Edukatif (APE)
Jenis alat permainan edukatif di Taman Kanak – kanak antara lain seperti di bawah ini :
a.                     Alat peraga
Alat peraga adalah alat bantu untuk mengajar / mendidik supaya apa yang diajarkan mudah dimengerti oleh anak didik. Alat peraga biasanya hany berfungsi memberi contoh/memperagakan saja sehingga tidak dapat digunakan untuk bermain bersama anak.
b.                     Alat bermain yaitu alat yang dapat dimainkan oleh anak sambil belajar. Alat ini dapat berupa alat yang dapat dimainkan, dibentuk, disusun, dipasang – pasang oleh anak
Dengan demikian yang dimaksud alat permaianan TK adalah alat bantu yang digunakan dalam kegiatan belajar di Taman Kanak – kanak, meliputi alat – alat untuk kegiatan bermain bebas dan kegiatan – kegiatan di bawah pimpinan guru.       
2.      Fungsi Alat Permainan Edukatif (APE)
             Penggunaan APE dalam kegiatan belajar megajar berfungsi antara lain    sebagai berikut :
a.       Menciptakan situasi belajar/bermain yang menyenangkan bagi anak untuk melakukan berbagai kegiatan.
b.             Membantu anak didik melakukan berbagai jenis kegaiatan pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat, dan taraf perkembangan.
c.             Membantu guru dalam penggunaan berbagai jenis teknik pelaksaan kegiatan pendidikan yang lebih sesuai, menarik dan efektif bagi anak didik.
d.            Membantu anak didik dalam kaitannya dengan pembenrukan perilaku dan pengembangan kemampuan dasar.

3.             Prinsip – prinsip Alat Permainan Edukatif (APE)
         Prinsip APE Taman Kanak – kanak khususnya alat peraga dan alat bermain mencakup hal – hal sebagai berikut :
a.       Alat bermain dipersiapkan sesuai dengan tujuannya
b.      Alat bermain bersifat memberi pengertian / menjelaskan konsep.
c.             Alat bermain dapat mendorong kreativitas anak memberi kesempatan bereksperimen (mengadakan percobaan ) dan bereksplorasi ( menemukan sendiri).
d.            Alat bermain dapat menimbulkan kreativitas anak
e.             Alat bermain harus aman, tidak membahayakn bagi anak
f.              Alat bermain menarik dan menyenangkan
g.             Alat bermain dapat digunakan secara individual atau kelompok dan klasikal
h.             Alat bermain sebaiknya memenuhi unsur keindahan dan kerapihan.
i.               Alat bermain tersebut dapat melibatkan kegunaan panca indra sebanyak mungkin.
j.               Bahan mudah didapat, murah, dan sedapat mungkin diambil dari lingkungan sekitar
k.             Alat bermain harus sesuai kebenaran ukuran, ketelitian, dan jelas.
l.               Alat bermain harus mudah digunakan oleh guru maupun anak.
m.           Alat bermain sesuai dengan tingkat perkembangan anak
n.             Alat bermain hendaknya multiguna

4.      Syarat – Syarat Pembuatan APE
a.             Segi Eduaktif
1)                       Kesesuaian dengan program kegiatan belajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, alat peraga harus sesuai dengan program kegiatan belajar.
2)                       Segi kesesuaian dengan diktadik metodik yang termasuk dalam segi ini, antara lain :
a)             Alat peraga harus sesuai dengan tingkat kemampuan anak
b)             Dapat mendorong aktivitas dan kreativitas anak
c)             Membantu kelancaran dan keberhasilan kegiatan belajar mengajar.
b.            Segi Teknik
1)      Kebenaran
Kebenaran yang dimaksud adalah kebenaran yang ditinjau dari konsep ilmu
2)                       Ketelitian
          Alat peraga dibuat kurang teliti, dapat menimbulkan kesalahan konsep atau tidak dapat memenuhi fungsinya
3)                       Keawetan
          Bahan dan konstruksi harus kuat dan tahan lama
4)      Ketahanan
Tidak mudah berubah, dalam arti efektivitasnya tetap walauapun dalam perubahan cuaca dan sebagainya.
5)      Kemudahan dalam pemakaian
    Alat peraga dapat dikatakan baik apabila alat – alat tersebut mudah           dipakai oleh semua guru
6)      Keamanan
    Alat peraga harus aman dan tidak membahayakan pemakai.
7)      Ketepatan ukuran 
8)      Kompatibilitas
Maksud dari kompatibilitas disini ialah keluwesan (fleksibel) dari bagian – bagian suatu alat, sehingga dapat digunakan dengan alat lain ( bukan pasangannya)

c.             Segi Estetika / keindahan
1)      Bentuk yang estetis
2)      Keserasian ukuran
3)      Warna / kombinasi warna yang serasi

5.             Kegunaan Alat Permaianan Edukatif
a.             APE mampu memberikan rangsangan yang bervariasi kepada otak anak, sehingga dapat berfungsi secara optimal
b.             APE dapat mengatasi keterbatasan pengetahuan (pengalaman) yang dimilki anak. pengalaman tiap – tiap anak itu berbeda – beda
c.             APE dapat melampaui batas ruang kelas, misalnya objek terlalu besar berupa rumah, sekolah, mobil dan lain – lain. Alat/media objek model berupa rumah – rumahan, mobil – mobilan, kita bisa menampilkannya ke hadapan anak.
d.      APE memungkinkan interaksi langsung antara anak dengan lingkungannya
e.       APE membandingkan keinginan dan minat baru
f.       APE membengkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.


No comments:

Post a Comment