TUGAS
PENELITIAN KUANTITATIF
TEKNIK-TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data dapat dilakukan
dalam berbagai setting dan berbagai sumber dan berbagai cara. Bila
dilihat dari settingnya data dapat dikumpulkan pada setting
alamiah (natural seting), pada laboratorium dengan metode eksperimen, di
rumah dengan berbagai responden, dan lain-lain. Bila dilihat dari sumber
datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sekunder.
Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada
pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung
memberikan data pada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat
dokumen. Selanjutnya kalau dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data,
maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview, kuesioner
(angket), observasi (Sugiyono, 2006: 137)
1.
Interview (Wawancara)
Wawancara digunakan sebagai teknik
pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk
menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin
mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya
sedikit/ kecil.
Wawancara telah diakui sebagai teknik pengumpulan data atau informasi yang
penting dan banyak dilakukan dalam pengembangan sistem informasi.
Wawancara adalah suatu percakapan langsung dengan tujuan-tujuan tertentu dengan
menggunakan format tanya jawab yang terencana.
Wawancara memungkinkan analis sistem mendengar tujuan-tujuan, perasaan,
pendapat dan prosedur-prosedur informal dalam wawancara dengan para
pembuat keputusan organisasional.
Analis sistem menggunakan wawancara untuk mengembangkan hubungan mereka
dengan klien, mengobservasi tempat kerja, serta untuk mengumpulkan data-data yang
berhubungan dengan kelengkapan
informasi. Meskipun e-mail dapat digunakan untuk menyiapkan orang yang diwawancarai
dengan memberi pertanyaanpertanyaan
yang
berkaitan dengan temuan, namun akan lebih baik bila wawancara
dijalankan secara personal bukan elektronis.
Sutrisno Hadi (1986) mengemukakan
bahwa anggapan yang perlu dipegang oleh peneliti dalam menggunakan teknik
interview dan juga kuesioner adalah sebagai berikut:
1.
Bahwa
subjek (responden) adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri
2.
Bahwa
apa yang dinyatakan oleh subjek kepada peneliti adalah benar dan dapat
dipercaya
3.
Bahwa
interpretasi subjek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti
kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si peneliti.
Wawancara dapat dilakukan
secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan dengan tatap
muka maupun lewat telepon.
1.
Wawancara terstruktur
Wawancara terstruktur digunakan
sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah
mengetahui dengan pasti informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu
dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian
berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun sudah
disiapkan. Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi pertanyaan
yang sama, dan pengumpul data mencatatnya.
Dalam melakukan wawancara, selain
harus membawa instrumen sebagai pedoman untuk wawancara, maka pengumpul data
juga dapat menggunakan alat bantu seperti tape recorder, gambar, brosur dan
material lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara berjalan lancar. Adapun
contoh wawancara terstruktur tentang tanggapan masyarakat terhadap pelayanan
pemerintah:
1) Bagaiamanakah tanggapan
Bapak/Ibuk terhadap pelayanan pendidikan di kabupaten ini?
a) Sangat bagus
b) Bagus
c) Tidak bagus
d) Sangat tidak bagus
2) Bagaiamanakah tanggapan
Bapak/Ibuk terhadap pelayanan bidang kesehatan di kabupaten ini?
a) Sangat bagus
b) Bagus
c) Tidak bagus
d) Sangat tidak bagus
2. Wawancara tidak terstruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah
wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang
telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman
wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan
ditanyakan. Adapun contohnya adalah sebagai berikut: “Bagaimanakah pendapat
Bapak/Ibuk terhadap kebijakan pemerintah tentang impor gula saat ini?dan
bagaimana dampaknya terhadap pedagang dan petani”.
Wawancara tidak terstruktur sering
digunakan dalam penelitian pendahuluan malahan untuk penelitian yang lebih
mendalam tentang responden. Pada penelitian pendahuluan, peneliti berusaha
mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang ada pada
objek, sehingga peneliti dapat menentukan secara pasti permasalahan atau
variabel apa yang harus diteliti. Untuk mendapatkan gambaran permasalahan yang
lebih lengkap, maka peneliti perlu melakukan wawancara kepada pihak yang
mewakili berbagai tingkatan yang ada dalam obyek. Misalnya akan melakukan
penelitian tentang iklim kerja perusahaan, maka dapat dilakukan wawancara
dengan pekerja tingkat bawah, supervisor dan manajer.
Untuk mendapatkan informasi yang
lebih dalam tentang responden, maka peneliti dapat juga menggunakan wawancara
tidak terstruktur. Misalnya seseorang yang dicurigai sebagai penjahat, maka
peneliti akan melakukan wawancara tidak terstruktur secara mendalam, sampai
diperoleh keterangan bahwa orang tersebut penjahat atau bukan.
Dalam wawancara tidak terstruktur,
peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh, sehingga
peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden.
Berdasarkan analisis terhadap setiap jawaban dari responden tersebut, maka
peneliti dapat mengajukan berbagai pertanyaan berikutnya yang lebih terarah
pada satu tujuan. Dalam melakukan wawancara peneliti dapat menggunakan cara
“berputar-putar baru menukik” artinya pada awal wawancara, yang dibicarakan
adalah hal-hal yang tidak terkait dengan tujuan, dan bila sudah terbuka
kesempatan untuk menanyakan sesuatu yang menjadi tujuan, maka segera
ditanyakan.
Wawancara baik yang dilakukan dengan
face to face maupun yang menggunakan pesawat telepon, akan selalu terjadi
kontak pribadi, oleh karena itu pewawancara perlu memahami situasi dan kondisi
sehingga dapat memilih waktu yang tepat kapan dan dimana harus melakukan
wawancara. Pada saat responden sedang sibuk bekerja, sedang mempunyai masalah
berat, sedang mulai istirahat, sedang tidak sehat, atau sedang marah, maka
harus hati-hati dalam melakukan wawancara. Kalau dipaksakan wawancara dalam
kondisi seperti itu, maka akan menghasilkan data yang tidak valid dan akurat.
Bila responden yang akan
diwawancarai telah ditentukan orangtuanya, maka sebaiknya sebelum melakukan
wawancara, pewawancara minta waktu terlebih dulu, kapan dan dimana bisa
melakukan wawancara. Dengan cara ini, maka suasana wawancara akan lebih baik,
sehingga data yang diperoleh akan lebih lengkap dan valid.
Informasi atau data yang diperoleh
dari wawancara sering bias. Bias adalah menyimpang dari seharusnya. Sehingga
dapat dinyatakan data tersebut subyektif dan tidak akurat. Kebiasaan data ini
akan tergantung pada pewawancara, yang diwawancarai (responden) dan situasi
& kondisi pada saat wawancara. Pewawancara tidak dalam posisi netral
misalnya ada maksud tertentu, diberi sponsor akan memberikan interpretasi data
yang berbeda dengan apa yang disampaikan oleh responden. Responden akan meberi
data yang bias, bila responden tidak dapat menangkap dengan jelas apa yang
ditanyakan peneliti atsu pewawancara. Oleh karena itu peneliti jangan memberi
pertanyaan yang bias. Selanjutnya situasi dan kondisi seperti yang juga telah
dikemukakan di atas, sangat mempengaruhi proses wawancara yang pada akhirnya
juga akan mempengaruhi validitas data.
Dalam melakukan wawancara maka
pewawancara harus memperhatikan tentang situasi dan kondisi sehingga dapat
memilih waktu yang tepat kapan dan dimana harus melakukan wawancara.
Lima
langkah persiapan wawancara:
1.
Membaca materi latar belakang
Bacalah
informasi latar belakang tentang orang yang diwawancarai dan organisasinya
sebanyak mungkin. Materi ini dapat diperoleh dari orang yang bisa Anda
hubungi segera untuk menanyakan tentang Website perusahaan. Laporan tahunan
terbaru, laporan berkala perusahaan,
atau
publikasi-publikasi lainnya yang dikirim keluar sebagai penjelasan tentang
organisasi kepada publik.
2.
Menetapkan tujuan wawancara
Gunakan
informasi latar belakang yang Anda kumpulan serta pengalaman Anda untuk menetapkan
tujuan-tujuan wawancara.
Setidaknya
ada empat sampai enam area utama yang berkaitan dengan sikap pengolahan
informasi dan pembuatan keputusan yang ingin Anda tanayakan. Area tersebut meliputi
sumber-sumber informasi, format
informasi,
frekuensi pebuatan keputusan, kualitas informasi, dan gaya pembuat
keputusan.
3.
Memutuskan siapa yang diwawancarai
Saat
memutusakan SIAPA saja yang diwawancarai, sertakan pula orangorang terpenting dari
semua tingkatan yang untuk hal-hal tertentu bisa dipengaruhi sistem.
4.
Menyiapkan orang yang diwawancarai
Siapkan
orang yang akan diwawancarai dengan menelpon mereka atau menulis pesan
e-mail sehingga memungkinkan orang-orang yang akan diwawancarai
mempunyai waktu untuk berpikir. Aturlah waktu untuk menelpon dan
membuat janji pertemuan. Biasanya, wawancara dijalankan selama 45 menit atau
paling lama 1 jam.
5.
Menentukan jenis dan struktur pertanyaan
Tuliskan
pertanyaan-pertanyaan yang mencakup area-area dasar dalam pembuatan
keputusan saat Anda menegaskan tujuan-tujuan wawancara. Teknik bertanya yang
tepat adalah inti dari wawancara.
Ada
dua jenis pertanyaan dalam wawancara:
a)
Pertanyaan Terbuka (Open – Ended)
Pertanyaan terbuka menggambarkan
pilihan bagi orang yang
diwawancarai
untuk merespons. Mereka terbuka dan bebas merespons. Respons dapat
berupa dua kata atau dua paragraf. Beberapa contoh
pertanyaan terbuka:
- Bagaimana pendapat Anda tentang
kondisi bisnis ke bisnis ecommerce di peusahaan Anda ?
- Apa tujuan terpenting departemen Anda
?
- Sekali data diajukan lewat website
bagaimana data-data tersebut akhirnya diproses ?
- Gambarkan proses monitoring yang
tersedia secara online ?
- Apa rasa frustasi terbesar yang Anda
alami selama masa peralihan
menuju
e-commerce ?
b)
Pertanyaan Tertutup (Close – Ended)
Pertanyaan tertutup membatasi
respons orang yang diwawancarai.
Pertanyaan
tertutup seperti dalam soal-soal pilihan ganda dalam ujian. Anda diberi
suatu pertanyaan dengan lima jawaban, namun tidak punya kesempatan
menulis tanggapan Anda sendiri.
Jenis
pertanyaan tertutup khusus lainnya ialah pertanyaan dua pilihan. Jenis pertanyaan
ini membatasi orang yang ditanya karena hanya memungkinkan untuk memilih salah
satu dari dua pilihan, seperti ya
atau
tidak, benar atau salah, setuju atau tidak setuju.
Beberapa
contoh pertanyaan tertutup:
- Berapa lama dalam seminggu gudang
informasi proyek diperbaharui?
- Rata-rata berapa kali panggilan yang
diterima pusat panggilan setiap
bulannya
?
- Dari sumber-sumber informasi berikut
yang mana yang paling
bermanfaat
enurut Anda ?
Formulir keluhan konsumen
Keluhan lewat e-mail dari konsumen
yang mengunjungi website
Interaksi tatap muka dengan
konsumen
Barang yang dikembalikan konsumen
- Sebutkan dua prioritas utama Anda
untuk meningkatkan infrastruktur teknologi.
- Siapa yang menerima masukan ini ?
Beberapa contoh pertanyaan dua-pilihan:
- Adakah Anda menggunakan web untuk
menampilkan informasi bagi vendor ?
- Setuju atau tidak setuju Anda bahwa
e-commerce tidak begitu aman?
- Apakah Anda ingin menerima salinan
laporan keuangan Anda setiap
bulan
?
Struktur-struktur
pertanyaan:
a)
Struktur Piramid
Dengan menggunakan bentuk ini,
penanya mulai menanyakan
pertanyaan-pertanyaan
mendetail, biasanya berupa pertanyaan
tertutup.
Kemudian penanya memperluas topik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan
terbuka dan membuka respons-respons yang
lebih
umum.
Contoh:
-
Bagaimana masalah yang Anda alami dengan firewall ?
-
Apakah Anda mempertimbangkan metode-metode lain untuk meningkatkan
keamanan data-data perusahaan ?
-
Apakah yang Anda pikirkan bisa membuat keamanan di sini lebih efektif ?
-
Umumnya, bagaimana perasaan Anda tantang keamanan data terhadap
pentingya akses internet ?
b)
Struktur Corong
Struktur ini memulai wawancara dengan
pertanyaan-pertanyaan umum
dan
terbuka, lalu membatasi respons dengan mengajukan pertanyaanpertanyaan yang lebih
mendetail dan tertutup.
Contoh:
-
Bagaimana reaksi Anda terhadap pencarian berbasis Web yang baru?
-
Departeman mana yang akan mengimplemantasikannya ?
-
Item-item apa yang tersedia untuk pembelian lewat situs ?
-
Adakah item-item tertentu yang ditiadakan di website ?
c)
Struktur Berbentuk Wajik
Struktur ini harus dimulai dengan suatu
cara khusus, kemudian
menentukan
hal-hal yang umum, dan akhirnya mengarah pada kesimpulan yang sangat spesifik.
Contoh:
- Sebutkan lima jenis informasi yang
dibawa layanan penggunaan website secara gratis seperti yang Anda gunakan.
- Sebutkan kegiatan-kegiatan promosional
yang Anda buat fiturnya di
website
untuk layanan ini.
- Sebutkan nilai-nilai penggunaan
komputer bagi Anda sebagai seorang
Webmaster.
- Sebutkan dua item yang mengejutkan
berkaitan dengan perilaku
pengguna
akhir situs Anda yang Anda temui lewat layanan ini.
- Apakah “cookies” merupakan suatu cara
yang lebih baik untuk
mengukur
penggunaan tampilan situs ?
Kelebihan teknik wawancara:
1.
Wawancara memberikan kesempatan kepada pewawancara untuk memotivasi orang
yang diwawancarai untuk menjawab dengan bebasa dan terbuka terhadap
pertanyaa-pertanyaan yang diajukan.
2.
Memungkinkan pewawancara untuk mengembangkan pertanyaanpertanyaan sesuai dengan
situasi yang berkembang.
3.
Pewawancara dapat menilai kebenaran jawaban yang diberikan dari gerak-gerik dan
raut wajah orang yang diwawancarai.
4.
Pewawancara dapat menanyakan kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu terjadi.
Kekurangan teknik wawancara:
1.
Proses wawancara membutuhkan waktu yang lama, sehingga secara relatif mahal
dibandingkan dengan teknik yang lainnya.
2.
Keberhasilan hasil wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara
untuk melakukan hubungan antar manusia.
3.
Wawancara tidak selalu tepat untuk kondisi-kondisi tenpat yang tertentu,
misalnya di lokasi-lokasi yang ribut dan rmai.
4.
Wawancara sangat menganggu kerja dari orang yang diwawancarai bilawaktu yang
dimilikinya sangat terbatas.
2.
KUESIONER
Kuesioner merupakan alat teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan
atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan
teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu pasti variabel yang
akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden(Iskandar, 2008:
77). Selain itu, kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup
besar dan tersebar di wilayah yang luas. Kuesioner dapat berupa pertanyaan atau
pernyataan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden secara
langsung atau dikirim melalui pos atau internet.
Bila penelitian dilakukan pada
lingkup yang tidak terlalu luas, sehingga kuesioner dapat diantarkan langsung
dalam waktu tidak terlalu lama, maka pengiriman angket kepada angket kepada
responden tidak perlu melalui pos. Dengan adanya kontak langsung antara
peneliti dengan responden akan menciptakan suatu kondisi yang cukup baik,
sehingga responden dengan sukarela akan memberikan data obyektif dan cepat.
Uma sekaran (1992) dalam Sugiyono
mengungkapkan beberapa prinsip penulisan angket yaitu sebagai berikut:
1.
Prinsip penulisan angket
a) Isi dan tujuan pertanyaan, yang
dimaksud disini adalah isi pertanyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau
bukan. Kalau berbentuk pengukuran, maka dalam membuat pertanyaan harus teliti,
setiap pertanyaan harus ada skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk
mengukur variabel yang diteliti.
b) Bahasa yang digunakan, bahasa
yang digunakan dalam penulisan angket harus disesuaikan dengan kemampuan
berbahasa responden. Kalau sekiranya responden tidak dapat berbahasa Indonesia,
maka angket jangan disusun dengan bahasa Indonesia. Jadi bahasa yang digunakan
dalam angket harus memperhatikan jenjang pendidikan responden, keadaan sosial
budaya, dan “frame of reference; dari responden.
c) Tipe dan bentuk pertanyaan, tipe
pertanyaan dalam angket dapat berupa terbuka atau tertutup, (dalam wawancara
bisa terstruktur dan tidak terstruktur), dan bentuknya dapat menggunakan
kalimat positif dan negatif.
Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan
yang mengharapkan rensponden untuk menulis jawabannya berbentuk uraian tentang
sesuatu hal. Contoh: bagaimanakah tanggapan anda terhadap iklan tv saat ini?
Sebaliknya pertanyaan tertutup, adalah pertanyaan yang mengharapkan jawaban
singkat atau mengharapkan responden untuk memilih salah satu alternatif jawaban
dari setiap pertanyaan yang telah tersedia. Setiap pertanyaan angket yang
mengharapkan jawaban berbentuk data nominal, ordinal, interval dan ratio,
adalah bentuk pertanyaan tertutup.
Pertanyaan tertutup akan membantu
responden untuk menjawab dengan cepat, dan juga memudahkan peneliti dalam
melakukan analisis data terhadap seluruh angket yang telah terkumpul.
Pertanyaan/ pernyataan dalam angket perlu dibuat kalimat positif dan negatif
agar responden dalam memberikan jawaban setiap pertanyaan lebih serius dan
tidak mekanis.
d) Pertanyaan tidak mendua
Setiap pertanyaan dalam angket
jangan mendua(doubled-barreled) sehingga menyulitkan responden untuk memberikan
jawaban.
Contoh : bagaimana pendapat anda
tentang kualitas dan kecepatan pelayanan KTP? Ini adalah pertanyaan yang
mendua, karena menanyakan tentang dua hal sekaligus, yaitu kualitas dan harga.
Sebaiknya pertanyaan tersebut dijadikan menjadi dua yaitu: bagaimanakah kualitas
pelayanan KTP? Bagaimanakah kecepatan pelayanan?
e) Tidak menanyakan yang sudah lupa
Setiap pertanyaan dalam instrument
angket, sebaiknya juga tidak menanyakan hal-hal yang sekiranya responden sudah
lupa, atau pertanyaan yang memerlukan jawaban dengan berfikir berat.
Contoh: bagaimanakah kinerja para
penguasa Indonesia 30 tahun yang lalu? Menurut anda, bagaimanakah cara
mengatasi krisis ekonomi saat ini? (kecuali penelitian yang mengharapkan
pendapat para ahli). Kalau misalnya umur responden baru 25 tahun, dan
pendidikannya rendah, maka akan sulit memberikan jawaban.
f) Pertanyaan tidak menggiring,
artinya usahakan pertanyaan tidak menggiring pada jawaban yang baik saja atau
yang jelek saja. Misalnya: bagaimanakah kalau bonus atau jasa pelayanan di
tingkatkan? Jawaban responden tentu cenderung akan setuju. Bagaimanakah
prestasi kerja anda selama setahun terakhir? Jawabannya akan cenderung baik.
g) Panjang pertanyaan, pertanyaan
dalam angket sebaiknya tidak terlalu panjang, sehingga akan membuat jenuh
responden dalam mengisi. Bila jumlah variabel banyak, sehingga memerlukan
instrument yang banyak, maka instrument tersebut dibuat bervariasi dalam
penampilan, model skala pengukuran yang digunakan, dan cara mengisinya.
Disarankan empiric jumlah pertanyaan yang memadai adalah antara 20 s/d 30
pertanyaan.
h) Urutan pertanyaan, urutan
pertanyaan dalam angket, dimulai dari yang umum menuju ke hal yang spesifik,
atau dari yang mudah menuju hal yang sulit atau diacak. Hal ini perlu
dipertimbangkan karena secara psikologis akan mempengaruhi semangat responden
untuk menjawab. Kalau pada awalnya sudah diberi pertanyaan yang sulit, atau
yang sulit, atau yang spesifik, maka responden akan patah semangat untuk mengisi
angket yang telah mereka terima. Urutan pertanyaan yang diacak perlu dibuat
bila tingkatkematangan responden terhadap masalah yang ditanyakan sudah tinggi.
i)
Prinsip
pengukuran, angket yang diberikan kepada responden adalah merupakan instrumen
penelitian, yang digunakan untuk mengukur variabel yang akan di teliti. Oleh
karena itu instrumen angket tersebut harus daapat digunakan untuk mendapatkan
data yang valid dan reliabel variabel yang diukur.
ii) Penampilan fisik angket, penampilan
fisik angket sebagai alat pengumpul data akan mempengaruhi respon atau
keseriusan responden dalam mengisi angket.
Suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang
memungkinkan penganalisis untuk mengumpulkan data mengenai sikap, keyakinan, perilaku
dan karakteristik dari orang-orang
utama
di dalam organisasi serta pendapat dari responden yang dipilih.
Kuesioner sangat bermanfaat jika orang-orang di dalam organisasi terpisah saling
berjauhan, yakni orang-orang yang terlibat proyek sistem, sehingga tinjauan secara
keseluruhan diperlukan sebelum
merekomendasikan
alternatif lainnya
Kelebihan
teknik kuesioner:
1.
Kuesioner baik untuk sumber data yang banyak dan tersebar.
2.
Responden tidak merasa terganggu, karena dapat mengisi kuesioner dengan memilih
waktunya sendiri yang paling luang.
3.
Kuesioner secara relatip lebih efisien untuk sumber data yang banyak.
4.
Karena kuesioner biasanya tidak mencantumkan identitas responden, maka hasilnya
dapat lebih objektif.
Kekurangan
teknik kuesioner:
1.
Kuesioner tidak menggaransi responden untuk menjawab pertanyaan dengan sepenuh
hati.
2.
Kuesioner cenderung tidak fleksibel, artinya pertanyaan yang harus dijawab terbatas
yang dicantumkan di kuesioner saja, tidak dapat dikembangkan lagi sesuai dengan
situasinya.
3.
Pengumpulan sampel tidak dapat dilakukan secara bersama-sama dengan daftar
pertanyaan, lain halnya dengan obeservasi yang dapat sekaligus
mengumpulkan sampel
4.
Kuesioner yang lengkap sulit untuk dibuat.
Ada
dua jenis format kuesioner, yaitu Format Bebas (Free Format) dan Format Pasti
(Fixed Format). Dalam suatu kuesioner dapat hanya berbentuk format bebas saja atau
format pasti saja atau gabungan dari
keduanya.
Kuesioner
Format Bebas
Kuesioner
format bebas berisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang harus
diisi
oleh responden di temapat yang sudah disediakan.
Contoh:
Sebutkan
metode-metode yang Anda rasa tepat untuk memperbaiki masukan-masukan yang
mengandung
kesalahan.
______________________________________
_________________________________________
_________________________
___________________________
Kuesioner
Format Pasti
Kuesioner
tipe ini mempunyai beberapa bentuk pertanyaan.
a)
Check-off Questions
Jenis
dari pertanyaan-pertanyaan ini dibuat sehingga responden dapat memeriksa
(check-off) jawaban-jawaban yang sesuai.
Mana
yang menjadi pemasok dari perangkat keras Anda ?
_____
Compaq _____ IBM
_____
Univac _____ Macintosh
b)
Yes/NO Questions
Jenis
dari pertanyaan-pertanyaan ini memungkinkan responden untuk menjawab “Ya”
atau “Tidak”.
c)
Opinion/choice Questions
Jenis
dari pertanyaan-pertanyaan ini memungkinkan responden untuk memberikan
pendapatnya.
Bagaimana
pendapat Anda tentang komputerisasi yang akan dilakukan ini ?
1
= Sangat setuju 4 = Tidak setuju
2
= Setuju 5 = Sangat tidak setuju
3
= Kurang Setuju
3. Observasi
Dalam menggunakan observasi cara
yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan
sebagai instrumen pertimbangan kemudian format yang disusun berisi item-item
tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan. Dari peneliti berpengalaman
diperoleh suatu petunjuk bahwa mencatat data observasi bukanlah sekedar
mencatat, tetapi juga mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian
kepada skala bertingkat. Misalanya memperhatikan reaksi penonton televisi,
bukan hanya mencatat rekasi tersebut, tetapi juga menilai reaksi tersebut
apakah sangat kurang, atau tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki (Arikunto,
2006: 229).
Observasi adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan.
Melalui observasi penganalisis dapat memperoleh pandanganpandangan mengenai apa
yang sebenarnya dilakukan, melihat langsung keterkaitan diantara para pembuat
keputusan di dalam organisasi,
memahami
pengaruh latar belakang fisik terhadap para pembuat keputusan,
menafsirkan pesan-pesan yang dikirim oleh pembuat keputusan lewat tata letak kantor,
serta memahami pengaruh para
pembuat
keputusan terhadap pembuat keputusan lainnya. Untuk mengamati perilaku para
pembuat keputusan, penganalisis system
juga
harus mengamati lingkungan di sekitar mereka. Beberapa unsure konkret
di lingkungan pembuat keputusan bisa diamati dan diterjemahkan.
Unsur-unsur
ini meliputi :
1.
Lokasi kantor
2.
Penempatan meja pembuat keputusan
3.
Alat tulis kantor
4.
Properti seperti komputer dan kalkulator
5.
Jurnal dagang dan koran
6.
Pencahayaan dan warna
7.
Cara berpakaian oleh pembuat keputusan
Kelebihan
teknik observasi:
1.
Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang
tinggi.
2.
Penganalisis melalui observasi dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan.
Pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk dijelaskan
dengan kata-kata. Melalui observasi, penganalisis dapat mengidentifikasikan
kegiatan-kegiatan yang tidak tepat yang telah digambarkan oleh teknik pengumpulan
data yang lain.
3.
Dengan observasi, penganalisis dapat menggambarkan lingkungan fisik dari
kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik perlatan, penerangan, gangguan suara,
dsb.
Kekurangan
teknik observasi:
1.
Umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman, sehingga akan
melakukan pekerjaanya dengan tidak semestinya.
2.
Pekerjaan yang sedang diobservasi mungkin tidak dapat mewakili suatu tingkat
kesulitas pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu
dilakukan.
3.
Observasi dapat mengganggu pekerjaan yang sedang dilakukan.
4.
Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih
baik
dari biasanya dan sering menutupi kejelekannya.
Metode
pengambilan data:
1. Metode
sekunder
Data sekunder merupakan
data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan.
Contohnya seperti, di perpustakaan, organisasi-organisasi, kantor pemerintahan,
perusahan-perusahaan, dan lain-lain. Cara pengambilan data sekunder dapat
dilakukan secara:
a. Pencarian
secara manual
Kita perlu melakukan pencarian secara manual dengan
cara melihat buku indeks, daftar pustaka, dan literatur yang sesuai dengan
persoalan yang akan diteliti.
b. Pencarian
secara online
2. Metode
primer
Data primer adalah data yang hanya dapat kita
pereloh dari sumber asli atau pertama. Untuk memperoleh data primer harus
secara langsung kita ambil dari sumber aslinya melalui responden. Pengumpilan
data primer diperlukan metode yang disebut metode survei dan menggunakan
instrument-instrument tertentu.
Dalam pencarian data
primer ada tiga dimensi penting yang perlu diketahui, yaitu kerahasiaan
mencakup mengenai apakah tujuan penelitian untuk diketahui oleh responden atau
tidak. Secara prinsip ada dua teknik pengumpulan data secara prmer:
a. Metode
pengumpulan data primer secara pasif
Koleksi data secara pasif bermanfaat untuk
mendapatkan data dari manusia ataupun tipe elemen studi lainnya. Kegiatannya
meliputi melakukan observasi terhadap karakteristik tertentu atau individual,
obyek, organisasi, dan enitas lainnya yang menarik untuk kita teliti.
·
Metode pengumpulan data yang dilakukan
oleh manusia
1. Terstruktur
dan bersifat rahasia
Metode ini mempunyai karakteristik, yaitu
pengeumpulan dilakukan secara terstuktur atau resmi dan responden tidak diberi
informasi mengenai tujuan penelitian yang dilakukan.
2. Terstruktur
dan bersifat terbuka
Metode ini mempunyai karakteristik, yaitu
pengumpulan dilakukan secara terstruktur atau tingkat keformalannya tinggi dan
responden biasanya diberi informasi mengenai tujuan peneliti yang dilakukan.
Tujuannya adalah agar responden memberi jawaban yang sesuai dengan tujuan
penelitian dan tidak menyimpang yang dapat mengakibatkan bias hasil penelitian
dikarenakan tidak cocoknya data yang diperoleh.
3. Tidak
berstruktur dan bersifat rahasia
Metode ini mempunyai karakteristik yaitu pengumpulan
dilakukan secara tidak terstruktur atau kurang resmi dan responden tidak diberi
informasi mengenai tujuan peneliti yang dilakukan. Perbedaan dengan metode
pertama ialah terletak pada sifat keformalan dalam proses pengeumpulan data di
lapangan. Hal ini akan berdampak secara psikologis memberikan jawaban-jawaban
pertanyaan yang diberikan.
4. Tidak
berstruktur dan bersifat terbuka
Metode ini mempunyai karakteristik, yaitu
pengumpulan dilakukan secara tidak terstruktur atau kurang resmi tetapi pihak
peneliti memberikan informasi secara terbuka mengenai tujuan penelitiannya
sehingga responden dalam memberikan jawaban setiap pertanyaan yang diajukan
oleh peneliti.
b. Metode
pengumpulan data primer secara aktif
Koleksi data secara aktif memerlukan responden dalam
mendapatkan data. Metode pengumpulan data primer secara aktif meliputi beberapa
diantaranya:
1. Pemberian
kuesioner secara langsung dengan responden
Responden diberi kuesioner secara langsung dan
diminta mengeisi semua pertanyaan yang ada di dalam kuesioner. Pertanyaan pada
umumnya berisi dua hal utana, yaitu pertama bagian yang menanyakan profil
responden dan bagian kedua berisi pertanyaan-pertanyaan pokok yang menyangkut
tema dan maslah yang diteliti. Pada umumnya pertanyaan dapat diselesaikan dalam
jangka waktu antara 30-60 menit. Teknik pengambilan data dapt dilakukan oleh
pengambil data lapangan yang bertatap muka dengan responden atau kuesioner
diberi waktu untuk mengisi.
2. Pengisian
kuesioner melalui telepon
Teknik kedua ini kuesioner harus dibacakan oleh
pengambil data melalui telepon kepada responden dan kemudin responden
menjawabnya melalui telepon.
Kelemahan teknik ini adalah keterbatasan waktu dan
kita tidak dapat mengetahui secara pasti apakah orang yang berbicara melalui
telepon tersebut adalah orang yang kita cari.
3. Pengisian kuesioner melalui surat
Kuesionernya dikirim melalalui surat. Keuntungannya
adalah peneliti daoat menanyakan banyak hal, responden mempunyai banyak waktu
untuk menjawab setiap pertanyaan. Kelemahan yaitu memakan waktu yang lama, kita
tidak bisa melakukan tatap muka secara langsung.
4. Kuesioner
dalam e-mail
Peneliti melalukan wawancara dengan mengirim
kuesioner menggunakan e-mail. Biasanya teknik ini banyak dipakai dalam penelitian
bisnis.
Assalamualaikum, terimakasih utk info yang sdh ibu berikan. Ada yang ingin saya tanyakan bu, bagaimanakah implementasi pengajaran PAUD menurut tokoh John dewey?
ReplyDeleteAssalamualaikum, terimakasih utk info yang sdh ibu berikan. Ada yang ingin saya tanyakan bu, bagaimanakah implementasi pengajaran PAUD menurut tokoh John dewey?
ReplyDelete